PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Pandeglang mengalami penurunan menjadi 8,09 persen pada 2024, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9,05 persen.
Meski turun, Pandeglang tetap masih menjadi salah satu daerah dengan angka pengangguran tertinggi di Provinsi Banten. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024, dari total 414.750 warga Banten yang menganggur, sebanyak 53.743 orang berasal dari Kabupaten Pandeglang.
Ahli Madya Statistik BPS Kabupaten Pandeglang, Adji Subekti mengatakan, untuk angka pengangguran di Pandeglang masih tergolong tinggi walaupun sedikit mengalami penurunan dari yang awalnya 9,05 persen kini menjadi 8,09 persen di tahun 2024.
“TPT 8,09 persen dengan total pengangguran mencapai 53.743 jiwa. Rata-rata usia pengangguran berada di rentang 19 hingga 20 tahun ke atas. Walaupun turun, angka ini tetap tinggi,” kata Ahli Madya Statistik BPS Pandeglang, Adji Subekti, saat diwawancarai di kantor BPS Pandeglang, pada Senin 10 Februari 2025.
Menurut Adji, setiap tahun jumlah lulusan sekolah terus bertambah, sehingga seharusnya generasi muda tidak hanya mencari kerja tetapi juga menciptakan peluang usaha.
“Menjadi entrepreneur sebenarnya tidak harus punya pendidikan tinggi. Yang penting, dengan pendidikan yang cukup, mereka bisa menciptakan hal-hal baru sejalan dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi dalam berwirausaha.
“Sekarang hampir semua orang punya handphone. Kenapa tidak mencoba dropshipping? Menjual produk melalui marketplace online bisa menjadi sumber penghasilan tanpa perlu modal besar,” tambahnya.
Lanjutnya, ia menilai masih banyak peluang kerja di era teknologi saat ini, namun belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Sebetulnya peluang besar di era digital ini banyak, tapi sayangnya belum dimaksimalkan,” katanya.
Ia menjelaskan, sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Pandeglang masih didominasi oleh pertanian, pelayanan jasa, dan pariwisata.
Adji menambahkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Pandeglang yang mencapai 8,09 persen pada 2024. Menurutnya, meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut masih tergolong tinggi.
“Ya, secara relatif turun, tapi tetap tinggi. Minimal kalau sudah di angka 6 persen itu baru bisa dibilang aman. Kami di BPS hanya menyediakan data, untuk tindak lanjutnya ada di instansi terkait,” tambahnya.
Kesulitan mencari pekerjaan di Kabupaten Pandeglang masih dirasakan oleh para pencari kerja, termasuk lulusan perguruan tinggi.
Salah satu warga Pandeglang, Nurul, mengaku sulit mendapatkan pekerjaan di daerahnya.
“Ya, kita yang sebentar lagi lulus saja susah cari kerja, apalagi yang lulusan SMA atau SMK. Harapannya sih, lulusan S1 bisa lebih mudah diterima kerja dan tidak dipersulit,” kata Nurul.
Ia mengungkapkan bahwa banyak lulusan asli Pandeglang ingin bekerja di daerah kelahirannya, tetapi minimnya lowongan membuat mereka harus mencari pekerjaan ke luar kota.
“Maunya sih kerja di Pandeglang, biar nggak perlu jauh-jauh ke daerah lain. Tapi lowongan kerja di sini susah. Kalau pun ada, belum tentu kita diterima,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Pandeglang, Agus Suryana mengatakan jumlah lulusan baru yang terus meningkat setiap tahun tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja.
“Setiap tahun angkatan lulusan terus bertambah, sementara yang belum bekerja masih banyak. Di sisi lain, lapangan pekerjaan juga terbatas, sehingga persaingan semakin ketat,” katanya.
Untuk mengatasi hal ini, Disnakertrans Pandeglang menyediakan balai pelatihan kerja bagi masyarakat agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kalau mereka punya keahlian, misalnya di bidang bengkel motor atau lainnya, bisa ikut kursus. Dengan begitu, mereka bisa membuka usaha sendiri tanpa harus bersaing ketat di pasar kerja,” katanya.
Agus menambahkan bahwa solusi utama mengurangi pengangguran adalah dengan memberikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan perusahaan.
“Jumlah perusahaan di Pandeglang masih bisa dihitung jari jika dibandingkan dengan daerah lain. Mudah-mudahan, dengan adanya jalan tol, kawasan industri bisa berkembang di Pandeglang, sehingga angka pengangguran bisa berkurang sedikit demi sedikit,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











