SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang miliki strategi ini untuk menangani tingginya harga kebutuhan bahan pokok.
Mereka juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp460 juta untuk subsidi penanganan inflasi pada 2025.
Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan, anggaran tersebut nantinya digunakan untuk subsidi harga kebutuhan pokok yang tinggi.
Kata Wahyu, subsidi ini diberikan dalam tiga tahap setiap tahunnya, yaitu saat bulan Ramadan, Lebaran, dan menjelang Natal serta Tahun Baru (Nataru).
“Total anggaran yang disiapkan adalah Rp460 juta, yang akan digunakan untuk menyubsidi barang-barang yang mengalami lonjakan harga,” ujar Wahyu.
Menurutnya, subsidi akan diterapkan ketika harga kebutuhan pokok di pasar melonjak drastis hingga melebihi harga eceran tertinggi (HET).
Pemerintah akan menyesuaikan subsidi agar masyarakat tetap bisa membeli barang dengan harga yang terjangkau.
Sebagai contoh, jika harga cabai mencapai Rp130 ribu per kilogram, sedangkan daya beli masyarakat hanya Rp50 ribu per kilogram, maka pemerintah akan menanggung selisihnya sebesar Rp80 ribu.
“Subsidi ini hanya diberikan untuk barang-barang yang mengalami kenaikan signifikan guna mengendalikan inflasi di Kota Serang. Jika harga minyak naik, maka subsidi akan diberikan untuk minyak. Anggaran ini benar-benar difokuskan untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga,” jelas Wahyu.
Editor: Mastur Huda











