SERANG, RADARANTEN.CO.ID – Seleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Serang menyisakan 137 peserta.
Tercatat, ada sebanyak 799 peserta yang dinyatakan lolos dalam seleksi administrasi. Mereka kemudian mengikuti tes TWK dan TIU, dan menyisakan sebanyak 417 orang.
Kepala Bidang Ideologi Pancasila Wawasan Kebangsaan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama pada Kesbangpol Kabupaten Serang, Anton Hermawanto mengatakan, ada sebanyak 417 peserta yang lolos hingga tes kesehatan dan parade. Dari jumlah tersebut lebih dari 50 persen peserta gugur.
“Yang gugur saat tes kesehatan dan parade kemarin cukup banyak, yang tersisa ada sebanyak 137 peserta,” katanya saat ditemui di lapangan tenis indoor Setda Kabupaten Serang, Senin, 24 Februari 2025.
Ia mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan banyak peserta tidak lolos. Mulai dari bentuk tubuh, gigi, hingga mata yang minus.
“Faktor yang menyebabkan tidak lolos seperti mata minelus, gigi, lalu di parade juga ada kaki berbentuk S. Bahkan, ada siswa yang pasang pen. Kami tidak ingin ambil risiko, kami ingin memastikan siswa yang ikut ini sehat dari segi fisik,” ujarnya.
Para peserta yang sudah lolos dalam seleksi kesehatan, kemudian mengikuti tahapan seleksi lainnya, mulai dari Peraturan Baris Berbaris (PBB), samapta, wawancara, hingga nanti ada seleksi bakat.
“Terakhir seleksi hari Rabu, yaitu wawancara, bakat serta penelusuran media sosial. Dari PBB, samapta sampai nanti seleksi bakat tidak ada yang gugur, kecuali tidak hadir atau pun mengundurkan diri,” ujarnya.
Anton mengungkapkan, setelah wawancara selesai, nantinya Kesbangpol akan mengumumkan 10 besar peserta yang mendapatkan nilai tertinggi untuk menjadi utusan Kabupaten Serang untuk ikut seleksi di tingkat provinsi dan nasional.
“Untuk Kabupaten Serang ada sebanyak 55 orang, namun tidak kita umumkan dulu, kita tunggu hasil provinsi dan nasional. Kita berharap seperti kemarin, maksimal, ada yang tembus nasional, lalu provinsi maksimal, jadi tidak ada peserta yang pulang ke Kabupaten Serang,” ujarnya.
Anton mengaku, merasa optimis dengan potensi-potensi para peserta yang ikut seleksi di tahun ini. Menurutnya, para peserta yang ikut seleksi sangat potensial karena hasil seleksi dari TIU dan TWK lalu nilainya sangat bagus.
“Target kita satu pasang bisa lolos nasional, minimal ada 1 satu yang lolos seperti tahun kemari. Serta, tidak mengurangi jumlah yang lulus di provinsi. Kita optimis,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











