PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menyoroti kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang menjadi korban sodomi.
Iing mengaku prihatin dengan tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pandeglang.
Iing mengatakan, bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah daerah (Pemda) melalui pendekatan pentahelix maupun seluruh lapisan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga, merawat, dan mendidik anak agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Maka dari itu, perlu ada edukasi dan pendampingan ketika muncul permasalahan di tengah masyarakat. Ini bisa dilakukan melalui PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) serta dukungan dari berbagai unsur lainnya,” ungkapnya, pada Senin 24 Februari 2025, saat ditemui di Pendopo Pandeglang.
Iing juga menekankan pentingnya pencegahan sejak dini, yang dimulai dari pengawasan orang tua di rumah, lingkungan bermain, hingga pendidikan dan pergaulan anak.
“Kita harus memberikan edukasi kepada anak-anak agar mereka memahami dan menjauhi hal-hal negatif seperti ini,” jelasnya.
Iing meminta Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Pandeglang untuk lebih aktif mensosialisasikan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak.
“Kami akan mendorong Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengedukasi masyarakat, khususnya para orang tua siswa, agar mereka lebih memahami pentingnya pengawasan terhadap putra-putrinya,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria berinisial JR (47), penjual nasi goreng (Nasgor) asal Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang ditangkap Polisi diduga karena melakukan perbuatan cabul dan sodomi sesama jenis yang masih anak dibawah umur.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











