SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Guna mengantisipasi lonjakan harga menjelang bulan suci ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang berencana melakukan operasi pasar di 29 kecamatan.
Hari pertama pelaksanaan operasi pasar dilaksanakan pada Selasa 25 Februari 2025 di Bumi Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Masyarakat terlihat sangat antusias dengan pelaksanaan operasi pasar yang dilaksanakan oleh Diskoumperindag.
Kepala Bidang Perdagangan Diskoumperundag Kabupaten Serang Titi Purwitasari mengatakan, ada sejumlah komoditas bahan kebutuhan pokok yang dibawa ke Bumi Tirtayasa untuk operasi pasar.
“Kita bawa telur, minyakita 50 dus, beras 30 pak, tepung 2 dus, cabe merah 100 kilogram, cabe rawit ijo 30 kilogram, bawang merah 50 kilogram, tomat 15 kilogram,” katanya.
Ia mengaku, antusias masyarakat untuk ikut operasi pasar sangat tinggi. “Dari Tirtayasa minta kembali besok. Masyarakat antusias sangat ingin dilaksanakan kembali di sana. Daya beli masyarakat juga tinggi,” ujarnya.
Titi mengaku, telah menjadwalkan operasi pasar di Kabupaten Serang yang sudah dimulai sejak tanggal 25 Februari hingga tanggal 20 Maret 2025.
“Kita sudah menjadwalkan untuk operasi pasar dan minimal kita akan menjalankan di 15 titik kecamatan tapi dijadwal di 29 kecamatan. Pelaksanaan sudah dimulai sejak 25 Februari di Bumi Tirtayasa dan terakhir di Kecamatan Gunungsari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan operasi pasar pihaknya menyediakan sejumlah bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat mulai dari Minyak Kita, gula pasir, cabai, bawang merah, dan telur ayam.
“Untuk minyak kita di pasar-pasar harganya mencapai Rp17.500, nanti untuk melaksanakan operasi pasar kita sesuai dengan harga asli Rp15.500. Untuk harga cabai rawit merah Rp80.000 per kilogram dan besok kita jual Rp40.000, kemudian telur sekarang 28.000 dan kita jual Rp24.000,” katanya.
Titi menuturkan, operasi pasar dilakukan untuk menekan harga kebutuhan pokok supaya stabil dan tidak terjadi lonjakan harga pada bulan Ramadan.
“Untuk stok-stok banyak tapi sistem ekonomi ketika ada momen-momen tertentu pembeli membludak sehingga harga naik. Makanya untuk mengantisipasi lonjakan harga kita melakukan operasi pasar dengan harga lebih murah dari harga pasar,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, biasanya harga kebutuhan pokok di pasaran akan melonjak drastis pada saat menjelang hari raya Idul Fitri lantaran daya beli masyarakat meningkat.
“Tahun lalu yang naik cabai, bawang merah, bawang putih, kemudian daging dari Rp130.000 sampai Rp140.000 pas menjelang hari raya, dan akan kembali normal lagi setelah adanya operasi pasar,” ujarnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











