LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Harga daging kerbau dan sapi di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengalami lonjakan signifikan dalam tiga hari terakhir. Kenaikan harga tersebut disebabkan oleh berkurangnya pasokan daging yang masuk ke pasar lokal. Hal ini turut memengaruhi daya beli masyarakat yang semakin terbatas.
Saepul, salah satu pedagang daging di Pasar Rangkasbitung, mengungkapkan bahwa harga daging kerbau dan sapi yang sebelumnya relatif stabil kini melonjak cukup tinggi.
“Sekarang harga daging kerbau mencapai Rp 150.000 per kilogram, sedangkan daging sapi mencapai Rp 140.000 per kilogram. Kenaikan ini sudah terjadi tiga hari terakhir jelang Ramadan,” ujarnya saat ditemui Radarbanten.co.id di lapak dagangannya, Kamis 27 Februari 2025.
Menurut Saepul, berkurangnya pasokan daging tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah terbatasnya jumlah stok dari daerah penghasil ternak. “Di Lebak ini, stok daging sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Dengan terbatasnya pengiriman, otomatis harga pun ikut naik. Banyak pedagang yang kesulitan mendapatkan daging dalam jumlah banyak,” jelasnya.
Kondisi ini menyebabkan pedagang kesulitan menjaga kestabilan harga jual di pasaran, sementara permintaan daging tetap tinggi, terutama menjelang hari-hari besar atau hari raya. Saepul berharap ada upaya dari pemerintah untuk menstabilkan pasokan daging agar harga kembali normal.
Sementara itu, Yani Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, menyampaikan kenaikan tersebut terjadi karena situasi menjelang Ramadan.
“Menjelang Bulan Ramadan, memang harga bahan pokok cenderung selalu mengalami peningkatan, hal ini tidak lepas dari antusiasme masyarakat menyambut bulan yang suci tersebut. Untuk mengantisipasi hal tersebut Pemerintah telah siapkan langkah menjaga pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok selama Ramadan,” pungkasnya.
Masyarakat pun mulai merasakan dampak dari kenaikan harga daging ini. Banyak konsumen yang terpaksa mengurangi pembelian daging untuk kebutuhan sehari-hari, atau beralih ke jenis daging yang lebih terjangkau.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











