LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Kabupaten Lebak mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak segera melakukan pembenahan terhadap Pasar Semi di Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung.
Desakan itu menyusul banyaknya sorotan terkait kondisi pasar yang terlihat kumuh dan sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan, meski baru dioperasikan sejak November 2025.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak, M. Agil Zulfikar, mengatakan pasar yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah melalui Disperindag diminta segera melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap fasilitas maupun tata kelola pasar.
“Disperindag harus segera turun tangan melakukan pembenahan. Jangan sampai pasar yang baru difungsikan justru dibiarkan dalam kondisi kumuh dan banyak fasilitasnya rusak. Ini menyangkut pelayanan kepada pedagang dan masyarakat,” kata Agil, Selasa 7 Juli 2026.
Menurutnya, kerusakan yang terjadi harus segera diidentifikasi agar diketahui penyebabnya. Apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, maka harus dilakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami meminta dilakukan evaluasi secara menyeluruh, baik terhadap kondisi fisik bangunan maupun sistem pengelolaannya. Jangan sampai kerusakan terus bertambah karena lambat ditangani,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan Pasar Semi, termasuk memastikan anggaran yang telah dikucurkan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Anggaran yang digunakan tidak sedikit. Karena itu, kualitas bangunan, pemeliharaan, serta pengelolaan pasar harus menjadi perhatian serius. DPRD akan mengawasi agar persoalan ini segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Selain pembenahan infrastruktur, ia juga meminta Disperindag meningkatkan kebersihan pasar, memperbaiki sistem drainase, menata kembali meja pedagang yang menumpuk di area parkir, serta memastikan fasilitas umum dapat digunakan dengan baik.
“Kebersihan dan ketertiban pasar juga harus menjadi prioritas. Jangan sampai kondisi pasar yang semrawut membuat pembeli enggan datang karena pada akhirnya pedagang yang dirugikan,” katanya.
Sebelumnya, kondisi Pasar Semi menjadi sorotan publik setelah sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, di antaranya meja pedagang yang berkarat dan berlubang, paving block ambles di beberapa titik, serta kondisi pasar yang dinilai kurang terawat. Bahkan, sejumlah aktivis mendesak aparat penegak hukum melakukan penelusuran terhadap proses pembangunan pasar yang menelan anggaran lebih dari Rp8 miliar tersebut.
Editor: Mastur Huda











