CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Sebagai upaya untuk penanggulangan banjir di Kecamatan Cibeber khususnya di sekitar aliran sungai Cibeber, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cilegon melakukan normalisasi sungai Cibeber mulai pada Selasa (25/2).
Normalisasi sungai sendiri ditargetkan akan dilaksanakan untuk dua anak sungai dari sungai Cibeber, yaitu sungai Cibeber Barat dan sungai Cibeber Timur dengan panjang total hampir 10km.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatna saat diwawancarai melalui sambungan telepon pada Rabu (26/2) menyampaikan bahwa normalisasi sungai Cibeber merupakan upaya untuk mengentaskan banjir yang sudah menjadi langganan di Cibeber.
“Jadi gini, Sungai Cibeber itu salah satu sungai yang sering menyebabkan banjir di daerah Cibeber sampai sebelahnya, makanya kita lakukan normalisasi Sungai Cibeber yang mempunyai dua anak sungai, Cibeber barat dan timur, ” ucap Tb Dendi.
Dendi menyampaikan bahwa dirinya melakukan pengerjaan normalisasi sungai dibantu oleh swadaya masyarakat sekitar.
“Untuk sungai Cibeber timur, kami kerjakan swadaya masyarakat bersama dengan PUPR, alhamdulillah masyarakat mendukung dan kita turunkan alat berat untuk pengerukan sedimentasi itu, “
Dendi menambahkan bahwa panjang Sungai Cibeber hampir 10km, untuk Cibeber barat 8km panjang nya, Cibeber timur 2km yang akan menjadi target normalisasi sungai oleh DPUPR.
Dendi juga menjelaskan kendala yang dialami adalah di akses kendaraan alat berat, jadi ada beberapa titik yang sulit dijangkau oleh kendaraan berat.
“Nanti di Cilegon barat mobilisasi alat berat itu yang agak sulit, karena sepanjang sungai ada bangunan bangunan yang menghalangi maka akan mengalami kesulitan. Namun nanti kita coba survey, yang memungkinkan masuk kita masuk, kalau tidak bisa kita lakukan secara manual, ” tambahnya.
Dendi berharap ke depan ada program mantri sungai, dimana jika terjadi sedimentasi pengendapan tanah di sungai bisa langsung dilakukan normalisasi, istilahnya dilakukan perawatan secara rutin.
“Kedepan kita mengusulkan mantri jalan seperti di bina marga, dan mantri sungai apabila terjadi pengendapan bisa langsung di eksekusi, ” pungkasnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











