LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak menyampaikan bahwa bantuan paket sembako yang disiapkan untuk pasar murah tahun ini lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 1.000 paket.
Untuk tahun ini, sembako bersubsidi yang disediakan sebanyak 350 paket, yang akan dibagikan di 25 kecamatan.
“Ada penyesuaian anggaran sehingga subsidi potongan harga untuk kegiatan paket sembako pasar murah saat ini berkurang. Pengurangan ini bukan karena Inpres, karena kalau Inpres memang sudah diatur jenis efisiensinya apa saja,” kata Yani, Kabid Perdagangan pada Disperindag Lebak, dihubungi melalui telepon, Rabu, 26 Februari 2025.
Yani menyebutkan, berkurangnya anggaran paket sembako bersubsidi karena keterbasan anggaran yang dimiliki Pemkab Lebak.
“Intinya betul arahan pimpinan karena keterbatasan anggaran, total subsidi harga untuk tahun ini dilakukan penyesuaian agar kegiatan-kegiatan lain pada tahun ini bisa berjalan,” tuturnya.
“Salah satunya untuk kepentingan pendukung relokasi pedagang dari Jalan Kalijaga dan Jalan Tirtayasa, Pasar Rangkasbitung, ke Pasar Kandangsapi di Narimbang,” lanjutnya.
Yani menyampaikan, pelaksanaan pasar murah masih menunggu surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak.
Sementara, untuk penyediaan bahan pokok, tahun ini, Disperindag bekerja sama dengan BUMD Lebak Niaga.
“Bahan pokoknya terdiri dari beras, gula, minyak sayur, terigu, dan telur. Khusus untuk komoditas telur karena rawan pecah, hanya disediakan di tiga kecamatan, Rangkasbitung, Kalanganyar dan Cibadak, dan jumlahnya di luar paket yakni 2.100 butir,” katanya.
Pasar murah di Kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Kalanganyar, dan Kecamatan Cibadak jumlah paketnya lebih banyak, masing-masing 700 paket
“Pelaksanaannya kita gabung ke satu titik,” jelas Yani.
Editor: Agus Priwandono











