SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Stadion Maulana Yusuf (MY) Kota Serang saat ini tampak memprihatinkan.
Bahkan kondisinya pun terlihat seperti tidak terurus, setelah lama tidak dipakai oleh pemerintah maupun pihak ketiga.
Pantauan di lokasi, stadion andalan Kota Serang ini sudah dipenuhi dengan rumput ilalang.
Rumput-rumput lapangannya pun sudah mulai tumbuh tinggi sebetis orang dewasa. Petugas kebersihan juga terlihat sedang memotong rumput lapangan tersebut saat Radar Banten berada di lokasi.
Di sisi tribun penonton, baik timur maupun barat, juga dipenuhi rumput liar yang menutupi kursi penonton, bangunannya pun sudah mulai keropos. Ada pula yang sudah tidak layak untuk digunakan oleh penonton.
Selama tahun 2024, Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang tidak menganggarkan untuk pemeliharaan Stadion MY.
Selain itu, stadion ini juga sudah jarang digunakan sebagai markas latihan klub sepakbola. Biasanya, Stadion MY digunakan oleh klub Perserang.
“Biasanya setiap tahun ada event resmi, yaitu Liga 2 dulu Perserang gunakan, tapi karena Perserang dalam kondisi degradasi juga jadi aktivitas stadion itu tidak berjalan dengan baik. Tapi kita pelihara,” kata Plt Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, Kamis 6 Maret 2025.
Zeka mengakui, tahun 2024, pemeliharaan Stadion MY tidak dianggarkan akibat dari anggaran yang minim.
Dia berharap, Wali Kota Serang saat ini dapat menganggarkan di tahun 2025 untuk pemeliharaan stadion.
Kemudian, anggaran pemeliharaan Stadion MY pada tahun-tahun sebelumnya, hanya sebesar Rp250 juta untuk satu tahun. Anggaran ini dianggap minim untuk pemeliharaan stadion di tengah pusat kota.
“Tahun lalu malah enggak dianggarkan. Saya kurang paham ya karena belum ada di Disparpora-kan. Jadi tahun ini kita coba untuk anggarkan untuk anggarkan,” tutur Zeka.
Editor: Mastur Huda











