LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kehidupan menyedihkan dialami oleh pasangan suami istri Sayanah (47) dan Saepudin (60) warga di Kampung Nameng, Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Mirisnya Sayanah dan Saepudin sudah tinggal hampir tiga bulan di rumah tanpa atap.
Saat ditemui Radar Banten di rumahnya, kondisi keduanya sangat memperihatinkan yang saat ini tinggal di rumah tanpa atap. Agar keduanya terlindung dari hujan dan angin, mereka secara inisiatif menggunakan terpal sebagai atap rumah.
Sayanah mengungkapkan, kondisi awalnya rumahnya ambruk terjadi pada 23 Maret 2025 lalu sekira 09.00 WIB saat hujan deras disertai angin kencang. Saat itu dirinya baru saja dari dapur, namun tiba-tiba rumah permanen dengan ukuran 4×6 tersebut atapnya ambruk.
“Awal mulanya tuh tadinya kan ada hujan, hujan terus sama angin. Pas paginya tuh udah kayak gak tahan itu, apa namanya, si gentengnya itu. Ibu nya pas lagi keluar itu langsung berusut aja sekaligus ambruk,” kata Sayanah kepada Radarbanten.co.id, Jumat 7 Maret 2025.
Diungkapkannya, ia sempat tertimpa runtuhan puing-puing rumahnya dan mengalami luka pada lengan sebelah kanan. “Iya, untungnya aja keluar. Ibu waktu itu kena puing. Ada yang luka-luka, sekarang udah sembuh,” terang Sayanah.
Ia menambahkan, terkait dengan kondisinya pihak desa sudah mendatangi rumahnya namun hingga saat ini belum ada kepastian. Menurutnya, bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak hingga saat ini belum ada.
“Udah mau tiga bulan. Dari kejadian itu sampe sekarang tuh belum ada yang kontrol lagi kesini. Yang datang kesini baru desa dan kalo Pemkab enggak ada,” tuturnya.
“Harapan ibu ya mohon aja gitu ya kepada pemerintah. Mohon bantuan ya biar rumah ibu kayak dulu lagi layak tempat lagi gitu. Apalagi kan sekarang kan bulan puasa ibu kadang sedih. Apalagi kalau ada hujan, ada angin. Udah ibu pasrah aja. Tidur di tempat kayak gini,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











