SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang didorong agar segera memperbaiki data pokok pendidikan (Dapodik) yang telat update.
Akibatnya, banyak sekolah yang masih dalam kondisi rusak berat tertunda diperbaiki akibat dari kekurangan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Berdasarkan data dari Dindikbud Kota Serang, setidaknya terdapat 50 sekolah dari SD hingga SMP mengalami rusak berat, yang diajukan ke pemerintah pusat untuk perbaikan.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Tb Suherman mengatakan, hal itu akibat dari operator sekolah yang kurang melengkapi persyaratan khusus dalam mengajukan data kepada pihaknya sesuai yang diminta oleh pemerintah pusat.
“Contohnya kalau sarana-prasarana PU yang ditandatangani oleh kepala PU, ini enggak ditandatangani langsung dikirim aja ke kita, enggak bisa di-upload ke sananya. Enggak diakui oleh Bappenas-nya,” kata Suherman, Senin, 10 Maret 2025.
Suherman mengatakan, di tahun ini Pemkot Serang menargetkan DAK untuk bangunan fisik sekolah sebesar Rp 1 triliun.
“Tahun kemarin hanya Rp14 miliar. Itu untuk 27 sekolah SMP. Sedangkan untuk SD yang kita usulkan ada 40 sekolah, tapi belum terealisasi, kita ajukan lagi tahun ini,” tutur Suherman.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











