slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Wacana Publik

Puasa Sentral Toleransi

Redaksi by Redaksi
11-03-2025 10:33:30
in Wacana Publik
Ramadan dan Kejujuran

Ilustrasi

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh : DR. KH. Encep Safrudin Muhyi, MM., M.Sc, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi

Rahmatan Lil ‘Alamin

Islam adalah agama rahmat, artinya bahwa Islam adalah agama yang dapat memberikan kerahmatan bagi semua, tidak hanya bagi lingkungan sosial saja tetapi juga lingkungan fisik, tidak hanya bagi micro-cosmos saja, tetapi juga macro cosmos. Bahkan, kerahmatan Islam ini tidak hanya bagi umat Islam saja, tetapi juga seluruh umat manusia di jagat raya ini.

Islam adalah agama rahmat untuk semua, maka segala bentuk ketimpangan dan kerusakan di alam semesta ini harus dihindarkan, termasuk kerusakan di darat, laut maupun udara yang disebabkan oleh ulah manusia. Dan ini merupakan tanggung jawab setiap manusia yang menyatakan dirinya sebagai muslim. Dengan demikian, segala bentuk kekacauan, ketimpangan dan kerusakan di alam ini bertentangan dengan Islam.

Agama Islam sebagai agama damai dan cinta kepada kedamaian. Oleh sebab itu, setiap muslim mesti mencintai suasana damai, dan menolak kekerasan dan kekacauan. Sesungguhnya agama yang benar menurut Allah Swt adalah agama yang damai, yang menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan.

Dengan demikian tujuan puasa, diharapkan spiritualitas Ramadan ini tidak hanya identik dengan umat Islam, tetapi juga umat agama lainnya juga memiliki karakteristik tersendiri dalam bentuk tradisi maupun spiritual selama bulan Ramadan. Sekalipun di antara mereka tidak menjalankan puasa, akan tetapi mereka turut serta dalam mewarnai spiritualitas bulan Ramadan.

Ramadan adalah bulan yang sangat mulia. Bulan yang terlimpah segala nikmat, rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Ada banyak pelajaran dan manfaat yang dapat kita petik dari berpuasa dibulan ramadhan. Selain mendidik kita untuk berempati pada kaum miskin dengan berlapar-lapar selama seharian, mendidik hidup sehat, pentingnya ibadah dengan ikhlas, puasa juga mendidik kita untuk bersikap toleran.

Secara tegas, Al-Qur’an menyuruh kita untuk berpuasa namun diberikan rukhshah atau keringanan bagi mereka yang tidak kuasa untuk berpuasa dibulan ramadhan seperti orang yang sedang sakit, musafir, haid bagi perempuan dan sebagainya. Betapa Al-Qur’an sangat mendidik kita untuk beribadah dengan mudah tanpa memberatkan. Al-Qur’an sangat menjunjung tinggi semangat toleransi.

Puasa secara totalitas bertujuan melatih orang untuk menahan hawa nafsu. Seseorang berpuasa pada tahap awal berlatih menahan lapar, dahaga, dan hasrat seksual. Kemudian orang yang puasa diharapkan dapat menjaga dan mengendalikan panca indra dan semua anggota badannya. Sebagai puncaknya diharapkan setiap orang mampu mempuasakan hatinya. Sebab, hati memiliki fungsi sentral dapat menggerakkan panca indra dan anggota tubuh manusia untuk melakukan dorongan dan kemauan hatinya.

Apabila seseorang telah berhasil mempuasakan hatinya diharapkan secara totalitas manusia terhidar dari sikap, pikiran, dan tindakan yang tercela. Proses yang demikian maka hak asasi manusia menjadi berlaku obyektif. Hak asasi yang mengemuka pada tiap-tiap individu adalah betul-betul lahir dari hati sanubari dan bukan karena dorongan keinginan dan nafsu belaka. Dengan paradigma ini, bukan berarti pola hidup manusia dituntut menjadi seperti malaikat yang tidak punya hajat hidup. Sebagai, manusia tentunya memiliki kebutuhan dan hajat hidup sehingga melahirkan hak asasi manusia. Akan tetapi kebutuhan dan hajat hidup itu terbatas untuk segala sesuatu yang bernilai positif dan memiliki nilai tambah karena lahir dari hati yang jernih dan terang yang setiap tahun dipuasakan di bulan Ramadan.

Solidaritas Sosial

Puasa diharapkan tidak hanya untuk memproduksi kesalehan pribadi yang berpuasa. Lebih dari itu, puasa harus bisa membangun kesalehan sosial, terutama membangun solidaritas dan empati kepada masyarakat; termasuk di dalamnya menjaga kerukunan, baik intern umat beragama maupun antar umat beragama.

Kerukunan umat beragama bangsa Ini bukanlah hal baru. Sikap ramah tamah, gotong royong dan toleransi sudah menjadi karakter sejak zaman nenek moyang dahulu. Ini merupakan wujud nyata dari semangat kerukunan. Sepanjang perjalanan bangsa ini, kita telah melihat kerukunan yang terus tumbuh dan berkembang. Memang terdapat sejumlah gesekan, namun masih dalam batas toleransi dan tidak sampai merusak nilai-nilai kerukunan. Seperti masalah pendirian rumah ibadah maupun ekses dari dinamika politik praktis.

Dalam konteks ini, puasa Ramadan menjadi titik tolak juga sentral kita untuk melatih mengendalikan diri, memahami perasaan orang lain, empati dan simpati, meneladani apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah Saw. Karena pusat dari seluruh perbuatan manusia bertumpu pada hawa nafsunya. Ketika seseorang melakukan kekerasan, marah dan tindak destruktif lainnya, maka dia sedang dikalahkan oleh hawa nafsunya. Nah, puasa sebetulnya media dan kawah condrodimuko bagi melatih menahan hawa nafsu itu, menguasai dan mengendalikan.

Ramadan harus menjadi momentum untuk kembali menguatkan kerukunan dan solidaritas umat beragama, baik di internal umat beragama, antara umat beragama maupun umat beragama dengan pemerintah. Semua pihak harus menyadari bahwa kerukunan harus dikuatkan demi menghadapi tantangan zaman yang amat berat sekarang ini.

Dalam rangka menjaga spirit puasa Ramadan, maka kita mesti bisa menjaga agar puasa tidak hanya sekadar rutinitas semata, atau sekadar menggugurkan kewajiban perintah agama. Puasa harus menjadi sentral dalam merajut kerukunan umat beragama, agar kehidupan menjadi lebih baik. Kini saatnya menjadikan puasa Ramadan sebagai momentum merajut kasih kepada sesama manusia sebagai sesama hamba Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Semangat toleransi yang tinggi umat Islam dibulan ramadhan juga dapat kita lihat seperti perbedaan dalam penentuan awal Ramadan, jumlah rakaat shalat tarawih, perbedaan-perbedaan doa dan bacaan seputar shalat tarawih, perbedaan lafadz niat puasa dan do’a berbuka hingga penerapan fikih zakat yang kerap menimbulkan perbedaan. Hal tersebut hendaknya dapat disikapi secara arif dan bijak sehingga umat Islam bisa lebih dewasa dan tidak berseteru dalam hal yang bersifat khilafiyah furu’iyah atau perbedaan pendapat dikalangan ulama yang tidak bersifat pokok.

Pendidikan toleransi dalam berpuasa tak hanya sebatas pada internal umat Islam. Toleransi berpuasa juga bersifat eksternal yakni umat Islam dengan non-muslim. Puasa mengajarkan kita untuk suka memberi daripada meminta. Puasa mengajarkan kita untuk suka menghormati daripada minta dihormati. Sikap ketersalingan diantara dua pihak baik sesama muslim atau antara muslim dengan non-muslim sangat diperlukan sehingga nilai-nilai toleransi dapat diterapkan dengan baik. Al-Qur’an melarang kita bersikap ta’ashub atau fanatik buta.

Pada akhirnya kita sama sama berharap di bulan Ramadan tahun ini dan tahun tahun selanjutnya, kehidupan beragama masyarakat dapat bertambah harmonis. Satu sama lain saling menghargai dan menghormati. Dan, bulan puasa benar-benar dijadikan sebagai momentum membangun toleransi.

Baca Juga :

MTQ Bukan Seremonial Belaka 

MTQ Provinsi Banten 2026: Memasyarakatkan Al-Qur’an, Menguatkan Iman dan Takwa di Tanah Seribu Ulama dan Sejuta Santri

Mengapa Pemerintah Daerah Harus Mengelola “Ilmu Titipan”?

Budaya Fast Content: Mengapa Generasi Sekarang Sulit Menikmati Sesuatu dalam Waktu Lama?

Penulis Adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang / Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi / Penulis Buku Islam Dalam Transformasi Kehidupan & Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional.

Editor: Aas Arbi

Tags: Encep Safrudin MuhyiPuasawacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Krakatau Steel Bangun Kerjasama Dengan Pindad

Next Post

Kepala BKPSDM Lebak: Soal Pengangkatan PPPK dan ASN Tunggu Keputusan BKN

Related Posts

MTQ Bukan Seremonial Belaka 
Wacana Publik

MTQ Bukan Seremonial Belaka 

by Redaksi
Selasa, 7 Juli 2026 14:21

Penulis : DR. KH. Encep Safrudin Muhyi, M.M., M.Sc., Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi Muqaddimah Musabaqah Tilawatil Qur'an (bahasa Arab:...

Read moreDetails

MTQ Provinsi Banten 2026: Memasyarakatkan Al-Qur’an, Menguatkan Iman dan Takwa di Tanah Seribu Ulama dan Sejuta Santri

Mengapa Pemerintah Daerah Harus Mengelola “Ilmu Titipan”?

Budaya Fast Content: Mengapa Generasi Sekarang Sulit Menikmati Sesuatu dalam Waktu Lama?

Muharram Momentum Menata Masa Depan 

Menggugat Sesat Pikir Implementasi Pancasila dari Hipogram Orde Baru Menuju Ruang Dialektika Papan Catur

Idul Adha, Teladan Keluarga Nabi Ibrahim

Haji dan Makna Perjalanan Spiritual 

Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Menunaikan Janji, Merawat Marwah, Kado Indah Untuk Madrasah 

Next Post
Kepala BKPSDM Lebak: Soal Pengangkatan PPPK dan ASN Tunggu Keputusan BKN

Kepala BKPSDM Lebak: Soal Pengangkatan PPPK dan ASN Tunggu Keputusan BKN

ASN Pemkab Pandeglang Bakal Dapat THR, Cek Tanggalnya

ASN Pemkab Pandeglang Bakal Dapat THR, Cek Tanggalnya

Pemkab Lebak Siapkan THR Rp70 Miliar, Pencairan Tunggu Aturan dan Uang Pajak Masuk

Pemkab Lebak Siapkan THR Rp70 Miliar, Pencairan Tunggu Aturan dan Uang Pajak Masuk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

Minggu, 12 Juli 2026 18:19

Pemkot Serang Siapkan Bonus untuk Seniman Berprestasi Nasional

Minggu, 12 Juli 2026 16:49

Kelebihan Bayar Iuran BPJS Jadi Temuan BPK, DPRD Banten Desak BPJS Serang Dievaluasi

Minggu, 12 Juli 2026 16:21

Supriadi Sebut Pendidikan Jadi Kunci Memutus Rantai Kemiskinan di Lebak

Minggu, 12 Juli 2026 15:32

DPRD Nilai Pengelolaan Pajak Air Tanah di Cilegon Abaikan Potensi Pendapatan Daerah

Minggu, 12 Juli 2026 15:31

Dewan Sebut Jalan Rusak Jadi Penyebab Utama Kemiskinan di Lebak

Minggu, 12 Juli 2026 15:29
Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

Minggu, 12 Juli 2026 18:19

Pemkot Serang Siapkan Bonus untuk Seniman Berprestasi Nasional

Minggu, 12 Juli 2026 16:49

Kelebihan Bayar Iuran BPJS Jadi Temuan BPK, DPRD Banten Desak BPJS Serang Dievaluasi

Minggu, 12 Juli 2026 16:21

Supriadi Sebut Pendidikan Jadi Kunci Memutus Rantai Kemiskinan di Lebak

Minggu, 12 Juli 2026 15:32

DPRD Nilai Pengelolaan Pajak Air Tanah di Cilegon Abaikan Potensi Pendapatan Daerah

Minggu, 12 Juli 2026 15:31

Dewan Sebut Jalan Rusak Jadi Penyebab Utama Kemiskinan di Lebak

Minggu, 12 Juli 2026 15:29

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

Pemkot Cilegon Naikan Bonus Kafilah MTQ XXIII Banten

by Redaksi
Minggu, 12 Juli 2026 18:19

CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID  – Pemerintah Kota Cilegon secara resmi melepas kafilah Kota Cilegon yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Tingkat...

Pemkot Serang Siapkan Bonus untuk Seniman Berprestasi Nasional

by Nahrul Muhilmi
Minggu, 12 Juli 2026 16:49

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana memberikan bonus kepada para pelaku seni yang berhasil mengharumkan nama daerah di...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak