CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Arus kendaraan menuju Pelabuhan Merak sempat mengalami kepadatan pada Kamis malam, 20 Maret 2025, akibat lonjakan pemudik dari arah Jakarta.
Namun, kondisi lalu lintas kini sudah kembali normal setelah pihak Kepolisian menerapkan sistem buka tutup arus untuk mengurai kemacetan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor (Polres) Cilegon, AKP Mulya Sugiharto, saat diwawancara di Pelabuhan Merak pada Jumat, 21 Maret 2025, memastikan bahwa situasi di Pelabuhan Merak saat ini telah terkendali.
“Alhamdulillah, saat ini kondisi lalu lintas, baik dari sepanjang jalur exit Tol Merak hingga ke Pelabuhan Merak, sudah lancar. Tidak ada hambatan, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan penyeberangan dengan maksimal,” ujar Mulya.
Ia menjelaskan bahwa kepadatan arus terjadi akibat tingginya volume kendaraan pemudik yang mulai bergerak lebih awal menuju Pelabuhan Merak.
“Ada lonjakan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Merak tadi malam, sehingga kami melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk sistem buka tutup lalu lintas. Kami juga menyiagakan kurang lebih 30 personel untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali,” katanya.
Berkat upaya tersebut, kepadatan di jalur arteri sekitar Pelabuhan Merak berhasil diurai hanya dalam 30 menit, sebelum lalu lintas kembali berjalan normal.
Selain pengaturan lalu lintas, koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan untuk menjaga kelancaran arus mudik.
“Kami berkolaborasi dengan BPJN, ASDP Merak, Polsek KSKP Merak, serta KSOP untuk memastikan lalu lintas di sekitar pelabuhan tetap lancar. Ada juga delapan pos pengamanan, dua pos pelayanan, dan dua pos terpadu yang disiapkan untuk mendukung kelancaran mudik,” tambahnya.
Untuk memastikan kenyamanan pemudik, fasilitas kesehatan juga telah disediakan di beberapa pos pelayanan di sekitar Pelabuhan Merak.
Kepadatan lalu lintas yang terjadi pada malam sebelumnya mulai landai kembali sekitar pukul 05.00 WIB. Dengan strategi yang diterapkan, arus mudik di Pelabuhan Merak diharapkan tetap terkendali menjelang puncak mudik Lebaran 2025.
Editor: Agus Priwandono









