SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 40 anggota Polda Banten selesai menjalani program Disiplin Iman dan Takwa (Dimtak) di Pondok Pesantren (Ponpes) Ashriyah, Kampung Cikobak, Desa Kencana Harapan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang.
Sebelumnya, mereka dikirim ke ponpes tersebut sejak 6 Maret 2025 hingga 20 Maret 2025.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Hariyanto mengatakan, pada Kamis, 27 Maret 2025, Kapolda Banten telah melakukan prosesi penutupan program tersebut di Mapolda Banten.
“Kegiatannya sudah berakhir, dan Kamis telah ditutup oleh bapak Kapolda langsung,” ujarnya, Jumat, 28 Maret 2025.
Wakapolda Banten, Brigjen Pol Hengki mengatakan, pengiriman anggotanya ke ponpes tersebut merupakan salah satu program internalnya.
Program tersebut bertujuan untuk membentuk kembali karakter, disiplin, dan keimanan anggota Polri yang pernah melakukan pelanggaran, agar mampu kembali menjalankan tugas secara profesional, bermartabat, dan berintegritas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi salah satu program unggulan Commander Wish Kapolda Banten,” katanya.
Ia juga mengatakan, sebagai manusia dan aparat penegak hukum yang tak luput dari kesalahan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan internal.
“Melalui kegiatan ini, saya ingin menegaskan bahwa institusi Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membina dan memulihkan anggotanya yang tersandung masalah. Hal yang terpenting adalah adanya niat dan upaya untuk memperbaiki diri,” ungkapnya.
Hengki mengatakan, pembinaan tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para personel yang pernah melakukan pelanggaran agar dapat kembali menjadi bagian dari institusi Polri.
“Para peserta akan diberikan pembinaan mental, rohani, jasmani, psikologi, dan pelatihan dasar Kepolisian, sehingga dapat memahami tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri serta siap untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Hengki mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut, terutama Pondok Pesantren Al-Ashriyah.
“Lingkungan pesantren yang religius dan kondusif adalah tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan kebersamaan sehingga akan sangat mendukung proses pemulihan mental dan spiritual peserta,” ungkapnya.
Ia berharap, kepada puluhan personel yang terlibat agar bisa memanfaatkan kesempatan ini dan menjadikan sarana untuk memperbaiki diri sendiri.
“Saya berharap rekan-rekan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan kegiatan pembinaan ini sebagai momentum untuk introspeksi diri. Ingatlah bahwa polri juga harus menjadi teladan moral bagi masyarakat,” tuturnya.
Editor: Agus Priwandono











