RADARBANTEN. CO. ID – Provinsi Banten sangatlah kaya akan sumber daya dan destinasi wisatanya. Salah satunya ialah di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang.
Kawasan ini tidak hanya terkenal sebagai daerah konservasi Badak Jawa, satwa yang dilindungi saja. Namun ternyata, taman nasional ini juga terkenal memiliki suatu permata yang tersembunyi, yakni pulau Peucang.
Bak surga kecil, pulau Peucak menyajikan pemandangan alam yang masih asri, hamparan pasir putih yang lembut, serta keanekaragaman satwa liar yang berkeliaran bebas. Tak heran, Pulau Peucang kerap dijuluki sebagai permata tersembunyi Ujung Kulon.
Pulau ini pun menjadi rekomendasi destinasi wisata favorit yang dapat dikunjungi dikala libur lebaran 2025 ini. Yang mana, Peucang memiliki pantai berpasir putih yang bersih serta air laut berwarna biru jernih. Ombaknya yang tenang menjadikan pulau ini destinasi ideal bagi mereka yang ingin berenang, snorkeling, atau sekadar bersantai di tepi pantai sambil menikmati ketenangan alam.
Tak hanya lautnya yang memukau, Pulau Peucang juga memiliki hutan tropis yang masih alami, rumah bagi berbagai satwa liar. Rusa-rusa jinak, kera ekor panjang, babi hutan, dan berbagai fauna lainnya yang dengan mudah ditemui di sekitar area penginapan. Pengalaman berjalan kaki menyusuri hutan dengan suara kicauan burung dan desiran angin menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam.
David, wisatawan asal Jakarta mengaku, meskipun harus menempuh waktu yang tidak sebentar, namun dirinya tidak pernah kapok untuk berwisata ke surga kecil ini.
“Dulu saya ikut open trip dari Jakarta ke Pulau Peucang, itu naik bus travel dari Jakarta ke daerah Ujung Kulon. Lalu dilanjutkan naik perahu kurang lebih tiga jam dari dermaga ke Peucang. Bagi saya ini petualangan yang cukup mengesankan, ” kata David, Selasa, 1 April 2025.
Ia menceritakan pengalamannya saat mengexplore pulau Peucang. Disana, dirinya diajak oleh tour guide untuk menjelajah hutan dan melihat secara langsung Pohon Kiara raksasa disana.
Pohon Kiara atau Beringin Pencekik merupakan tumbuhan endemik disana. Pohon itu tumbuh dengan cara menempel pada pohon lainnya. Pohon Kiara yang memiliki nama latin Ficus annulata di Pulau Peucang ini memiliki ukurang yang sangat besar.
Diameternya diperkirakan mencapai 20 meter. Pohon tersebut dipercaya sudah berusia lebih dari seratus tahun dan menjadi satu-satunya pohon yang selamat dari terjangan tsunami pada tahun 1883.
“Kemarin juga kita main snorkeling disana, dan pantainya luar biasa jernih. Kita bisa liat banyak satwa laut, kayak ikan badut, ” ungkapnya.
David pun berencana untuk kembali berlibur ke sana di musim libur lebaran 2025 ini. Ia berencana untuk mengajak teman-teman kantornya untuk berlibur ke Permata Tersembunyi Ujung Kulon itu.
“Iya, mau kesana lagi. Udah kangen sama suasana pantai disana, mumpung libur lebaran juga, ” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











