LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Banten kembali menawarkan destinasi wisata alam yang memukau dengan keindahan bak Nusa Penida, yaitu Pantai Karang Bokor.
Terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pantai ini semakin populer di kalangan wisatawan yang mencari ketenangan dan panorama laut yang eksotis.
Pantai Karang Bokor dikenal dengan tebing-tebing karangnya yang menjulang tinggi serta ombak besar khas pantai selatan.
Salah satu daya tarik utamanya adalah pulau karang yang berdiri kokoh di tengah lautan, mengingatkan pada keindahan pulau-pulau di Nusa Penida, Bali.
Tentunya keberadaan pulau karang, menjadi keunikan yang membuat banyak wisatawan tertarik untuk datang dan menikmati pemandangan alam yang masih alami.
Menurut wistawan Wida menyampaikan, keindahan pantai ini teletak pada suasana alam yang masih terjaha dan cocok menjadi lokasi untuk berfoto.
“Lokasinya sangat nyaman untuk menikmati keindahan alam, berburu foto, atau sekadar melepas penat,” kata Wida kepada Radarbanten.co.id, Kamis 3 April 2025.
Wida juga mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan pantai Karang Bokor ini.
“Pemandangannya benar-benar luar biasa. Tebing-tebingnya megah, ombaknya begitu kuat, dan suasananya sangat tenang,” katanya.
“Rasanya seperti berada di surga tersembunyi. Saya sangat merekomendasikan tempat ini bagi siapa saja yang mencari ketenangan sekaligus petualangan,” tambahnya.
Untuk mencapai Pantai Karang Bokor, wisatawan harus menempuh perjalanan darat sekitar 5 jam dari Jakarta atau 3 jam dari Kota Serang.
Jalur menuju lokasi sudah nyaman dilalui kendaraan roda dua dan emapt serta cukup mudah, keindahan yang ditawarkan sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.
Bagi wisatawan yang berkunjung, diharapkan untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam sekitar.
Pemerintah daerah pun berencana untuk terus mengembangkan destinasi ini agar semakin dikenal luas tanpa mengurangi keasriannya.
Dengan pesona yang memikat, Pantai Karang Bokor menjadi salah satu pilihan wisata yang layak dikunjungi, terutama bagi pencinta alam dan fotografi.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











