LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak tengah menelusuri kendaraan dinas yang menunggak pajak kendaraan bermotor (PKB) di intasi yang mengurusi soal kesehatan masyarakat di daerah yang di pimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini.
Dinkes merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daeeah (OPD) paling banyak menunggak PKB di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dengam 76 kendaraan baik roda dua maupun empat.
“Ya, surat pemberitahuan yang dikirim UPTD Samsat Rangkasbitung ke Dinkes ada 76 kendaraan sebagian besar roda 2 baik yang di dinkes maupun di Puskesmas,” kata Plt Kepala Dinkes Kabupaten Lebak Budhi Mulyanto, Minggu 19 April 2025.
Dia mengatakan, dari puluhan kendaraan tersebut, tidak semua kendaraan belum dibayar PKB nya melainkan ada juga kendaraan yang sudah dibayar PKBnya. Namun demikian, pihaknya saat ini tengah menelusuri kendaaran yang belum bayar PKB.
“Dari daftar itu, ada yang sudah dibayar pajaknya, ada yang belum dibayar pajaknya (tahun berjalan), ada juga yang menunggak pajak, ada juga yang sudah dihapuskan dari aset Dinkes (dilelang). Jadi tidak semuanya menunggak pajak. Untuk rinciannya masih ditelusuri. Kalo kendaraan yang ada di kantor Dinkes tidak ada yang menunggak,” ungkapnya.
Dia berharap penelusuran dan pendataan kendaraan bermotor yang belum bayar PKB nya tersebut dapat selesai pekan dan bagi yang belum menunggak pajak PKB dapat segera dilakukan pembayaran.
Sebelumnya Kasi Pendataan dan Penetapan pada UPTD PPD Samsat Rangkasbitung, Subur mengatakan pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan soal tunggakan pajak kendaraan dinas pemkab lebak kepada bagian aset pemkab lebak. Tunggakan PKB Pemkab Lebak mencapai Rp 1 miliar.
“Ya, gabungan semua pemkab lebak sama desa-desa, pajak roda dua, tiga dan empat. Saya sudah kirim surat (ke bagian aset pemkab lebak) maksud saya agar di kroschek dibenerin sama-sama motor kendaraan ini (yang belum bayar). Udah benar belum data yang ada pada kami,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











