SERANG, RADARBANTEN. CO. ID – Provinsi Banten menunjukan komitmennya dalam mencapai Swasembada Pangan yang jadi astacita dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya produksi beras di Tanah Jawara ini.
Berdasarkan laporan, Banten yang telah menjadi daerah penyumbang pasokan beras nasional ini memperkirakan produksi beras sebanyak 1.826.318 ton di tahun 2025 ini. Proyeksi produksi beras itu melebihi kebutuhan masyarakat, yakni 1.508.444 ton per tahun atau surplus 317.874 ton.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Banten Agus M Tauchid usai menghadiri gerakan tanam padi secara serentak di 14 provinsi sentra utama beras di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Rabu 23 April 2025.
Kadistan mengatakan, pada tahun 2024, Banten menjadi peringkat kesembilan nasional sebagai daerah penghasil beras terbanyak dengan produksi 1.524.350 ton gabah kering giling (GKG).
“Capaian itu tentunya akan kita pertahankan, bahkan akan terus kita kembangkan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan,” ucap Agus.
Di tahun 2025 ini, pihaknya memiliki target tanam seluas 624.053 hektare sawah, dengan realisasi tanam dari bulan Januari hingga Maret 2025 ini seluas 163.974 hektare atau sudah mencapai 26,28 persen dari target.
Adapun target luas panennya sebesar 566.237 hektare dengan realisasi sebesar 151.722 hektare pada bulan Januari hingga Maret 2025 atau sekitar 26,80 persen dari target.
“Kita memiliki target produksi sebesar 2.888.373 ton GKG atau sekitar 1.826.318 ton beras, dengan realisasi 521.511 ton beras di bulan Maret kemarin,” ungkapnya
Untuk mencapai target itu, pihaknya terus menggalakan bantuan untuk para petani, baik itu dari bantuan benih maupun edukasi tanam. Seperti, memberikan bantuan benih varietas Ciherang kepada petani yang selanjutnya ditanam di lahan seluas 152 hektare sawah di Kecamatan Kemiri. Varietas itu dipilih mengingat ketahanannya pada segala cuaca.
“Varietas ini diganti karena ketahanannya pada cuaca ekstrem seperti hujan dan rendaman air ketika banjir. Tentu, varietas unggulan ini akan mencegah petani mengalami gagal panen,” pungkas Kepala Seksi Perbenihan Tanaman UPTD Benih dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan pada Distan Banten, Dahliah.
Editor: Mastur Huda











