TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Wilayah Tangerang Raya memulai program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak berkebutuhan khusus.
Program ini diinisasi swasta melalui Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Grab dan Ovo didukung Pemprov Banten, Pemkot Tangsel, Pemkot Tangerang dan Pemkab Tangerang.
Pimpinan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya Mantovani mengatakan program MBG menyasar 1.159 anak berkebutuhan khusus di 11 Sekolah Khusus (SKH) negeri/swasta di wilayah Kota Tangsel, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Selain itu MBG juga diberikan untuk 284 guru-guru SKH.
“Program MBG melalui CSR (Corporate Social Responsibility atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan-red) yang akan berlangsung selama satu tahun menjangkau 1.159 murid dan 284 guru di sebuah SKH baik swasta maupun negeri di wilayah Kota Tangsel, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang,” ungkap Cahaya dihadapan Gubernur Banten Andra Soni, Kepala Kajati Banten Siswanto, Wakil Kajati Banten Yuliana Sagala, Walikota Tangsel Benyamin Davnie dan Walikota Tangerang Sachrudin di SKH 01 Pondok Are, Kota Tangsel, Senin 28 April 2025.
Cahaya mengatakan, program MBG akan disalurkan melalui Grab dan Ovo dimana proses pemesanan, pengantaran dan pengambilan bahan MBG dilakukan melalui teknologi.
Menurutnya, diberlakukannya program MBG juga akan meningkatkan pendapatan UMKM sebagai penyedia bahan makanan. “Kami optimis program MBG yang kami jalankan ini dapat meningkatkan gizi anak berkebutuhan khsus dan meningkatkan perekonomian pelaku UMKM,” jelasnya.
Sementara itu Gubernur Banten, Andra Soni mendukung program MBG yang diinisiasi swasta. Menurut Andra, program MBG yang diinisiasi swasta menjadi motivasi pemerintah daerah dalam bekerjasama mengadakan MBG dengan swasta ke depannya.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Grab dan Ovo. Kami akan menindaklanjuti program ini kedepan dan menjadi motivasi kami melaksanakan program MBG bagi anak berkebutuhan khusus,” ujsr Andra.
Andra mengakui, selama ini banyak perusahaan-perusahaan di Banten yang ingin berkontribusi dalam menyelenggarakan program MBG. Sayangnya, Pemprov Banten belum bisa memberikan arahan yang jelas.
“Banyak perusahaan di Banten yang ingin berkontribusi, tapi kaminya yang belum bisa memberikan arahan yang paa. Nah, Alhamdulilah contoh ini akan kami tiru dan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Andra.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aditya











