PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang langsung bergerak cepat setelah muncul pemberitaan mengenai Wartasih (50), warga Kampung Ciakar, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, yang menderita tumor ganas di bagian leher dan tak memiliki biaya untuk berobat.
Atas instruksi Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang bersama tim Puskesmas Cimanggu langsung mendatangi kediaman Wartasih untuk memberikan respons cepat.
“Dalam kunjungannya tersebut, tim medis melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan perawatan serta membantu proses rujukan ke fasilitas kesehatan yang memadai,” tulis akun Instagram resmi Bupati Pandeglang, @rd.dewisetiani, Sabtu 3 Mei 2025
Sebelumnya diberitakan, Wartasih (50), warga Kampung Ciakar, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, hanya bisa pasrah menahan sakit akibat tumor ganas yang dideritanya. Ia tak mampu berobat karena keterbatasan biaya.
Sejak ditinggal suaminya setahun lalu, janda dua anak ini hidup dalam kesulitan. Harapan untuk sembuh pun makin tipis karena tak ada biaya pengobatan.
Anak pertamanya, Yuli, menceritakan bahwa sang ibu sudah lama mengidap penyakit gula darah, bahkan sejak 12 tahun lalu. Kondisinya memburuk tahun lalu, ketika muncul luka di tangan dan benjolan di leher.
“Waktu itu kami bawa ke RSUD Malimping. Dokter bilang gak bisa langsung ditangani semua, jadi yang dioperasi duluan itu tangan, karena kondisinya paling parah,” kata Yuli, pada Rabu 30 April 2025 lalu.
Proses penyembuhan pun berlangsung lama, sekitar delapan bulan, karena dipersulit kondisi gula darahnya yang tinggi. Sementara benjolan di leher kini makin membesar dan membuat Wartasih makin menderita.
Setelah luka di tangan ibunya mulai membaik, benjolan di leher Wartasih (50) justru makin membesar. Ukurannya kini setara kepalan tangan orang dewasa. Dokter menyebut benjolan itu adalah tumor ganas.
Editor: Bayu Mulyana











