TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Babak baru proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangsel dimulai. Pemkot Tangsel telah menetapkan perusahaan konsorsium dalam negeri PT Maharaska Biru Energi. Tbk (OASA) berpartner dengan perusahaan asal China, Tianying Inc.
Walikota Tangsel, Benyamim Davnie mengatakam, fasilitas ini dirancang untuk mengolah hingga 1.600 ton sampah per hari.
“Saat ini penduduk Tangsel sudah hampir mencapai 1,5 juta jiwa. Jika satu orang menghasilkan setengah kilogram sampah per hari, maka produksi sampah akan terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dalam 3 tahun ke depan,” ungkap Benyamin, dalam kegiatan penyerahan Surat Penunjukan Pemenang Lelang (SPPL) kepada kpmsorsium PT Maharaska Biru Energi. Tbk (OASA) dan Tianying Inc. di ruang Blandongan Puspemkot Tangsel, Senin 5 Mei 2025.
Menurut Benyamin, tujuan dari penyediaan infrastruktur dan pengoperasian instalasi PSEL yang terpenting adalah mengurangi volume sampah secara signifikan karena TPA Cipeucang sudah tidak bisa dipaksakan lagi menampung sampah Tangsel.
“Saya harap proses pelaksanaan pekerjaan nantinya dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku,” imbuhnya.
Sementara itu pemimpin konsorsium PSEL, Bobby Gafur Umar menyatakan, investasi pembangunan PSEL menelan biaya Rp2,650 Triliun.
Menurutnya, masa pelaksanaan pembangunan fasilitas PSEL direncanakan akan selesai dalam waktu 2 tahun dan masa persiapan 1 tahun.
“Jadi diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2028 dan mulai beroperasi full pada 2029. Mengingat pengelolaan sampah ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga fasilitas PSEL ini akan beroperasi secara full komersial pada tahun 2029,” ujarnya.
Dikatakannya, untuk masa operasional sendiri adalah selama 27 tahun, setelah itu fasilitas PSEL akan diserahkan oleh BUP kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan di akhir masa periode kerjasama dengan skema Built Operate Transfer (BOT).
Menurutnya, PSEL akan mengolah sampah menggunakan teknologi MGI atau Moving Grate Incinerator yang dapat mereduksi secara maksimal hampir seluruh sampah yang dihasilkan Kota Tangsel.
Bobby menambahkan, PSEL yang akan dibangun ini adalah prasarana modern yang sangat ramah lingkungan.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi