SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Masyarakat di Desa Lontar, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang sudah tidak asing dengan pohon mangrove.
Bahkan mereka telah memanfaatkan buah mangrove untuk dijadikan olahan-olahan seperti makanan yang bisa dinikmati.
Seperti yang diinisiasi oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Segara Biru di Desa Lontar. Mereka telah membuat berbagai jenis olahan dari buah mangrove seperti sirup buah mangrove, dodol buah mangrove, stik hingga kopi dari buah mangrove.
Ketua KTH Segara Biru Fahruri mengatakan, keberadaan mangrov di wilayah mereka tak hanya memberikan dampak ekologis bagi warga, melainkan juga memberikan dampak ekonomi.
Pasalnya, dengan adanya pohon mangrove, masyarakat di sekitar bisa memanfaatkannya untuk membuat berbagai jenis makanan seperti dodol, sirup, stik hingga pembuatan kopi dari buah mangrove.
“Dampak ekonomisnya dari hasil pengelolaan mangrove sangat besar. Seperti buahnya yang kita bikin sirup, bikin dodol, bikin stik bahkan kopi dan yang lain-lain yang bisa kita konsumsi dan kita jual,” katanya Senin 5 Mei 2025.
Ia mengatakan, meskipun sudah ada banyak produk yang dihasilkan, namun untuk pemasarannya masih sangat terbatas dan produknya belum dikenal luas oleh masyarakat.
Ia pun berharap agar ada andil dari pemerintah daerah sehingga produk-produk yang dihasilkan dari mangrove biasa dikenal luas.
“Kami pemasarannya sangat terbatas. Paling kita ke dinas-dinas tertentu, karena memang produk dari buah mangrove belum banyak dikenal,” tegasnya.
Ia mengaku merasa senang karena ada banyak pihak yang peduli dengan pelestarian lingkungan di wilayahnya yakni dengan penanaman mangrove. Salah satunya sepeti yang dilakukan oleh PT LBE sejak tahun 2019 lalu.
Ia pun berharap makin banyak pihak yang peduli dengan dengan upaya pelestarian mangrove di Desa Lontar karena masih banyak lahan-lahan yang butut ditanami.
“Masih ada ratusan hektare, tergantung kita pola tanamnya. Tanaman mangrove itu yang lebih penting itu bukan di daratnya ya tapi di laut. Kalau di daratnya kita silvovisseri gabungan tambak dengan tanaman maur. Lalu di lautnya ada beberapa pola tanam seperti pengkayaan, rukun berjarak, ada tanam intensif,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











