LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Amirah Lashira (2), balita asal Kampung Cipadung, Desa Daroyon, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, kini terbaring lemah akibat kelainan usus yang mengganggu sistem pencernaannya.
Amirah, yang merupakan anak pertama dari pasangan Ahmad (28), seorang pemulung, dan Misnah (22), ibu rumah tangga, kini harus menjalani perawatan intensif dengan selang yang terpasang di hidung serta usus yang keluar dari perutnya.
Misnah, ibu Amirah, menceritakan gejala awal yang muncul pada anaknya, berupa muntah-muntah, demam tinggi, perut kembung, lemas, hingga kejang-kejang. Kondisi Amirah semakin memburuk seiring waktu.
“Awalnya dia muntah-muntah, demam tinggi, perutnya kembung, lemas, terus kejang-kejang. Setelah itu, saya bawa ke rumah sakit, dan akhirnya disarankan untuk dirujuk karena kondisinya semakin parah. Itu terjadi saat dia baru berumur enam bulan,” kata Misnah saat ditemui Radarbanten.co.id di kediamannya, Rabu, 7 Mei 2025.
Amirah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita (Harkit) Jakarta untuk perawatan lebih lanjut. Karena kondisinya yang kritis, Amirah harus menjalani operasi, namun karena usianya yang masih sangat muda dan kondisi tubuh yang lemah, operasi tersebut ditunda.
“Setelah itu, saya langsung bawa ke Harkit. Alhamdulillah, langsung diterima untuk operasi, namun karena usianya baru enam bulan dan kondisinya sangat lemah, operasinya ditunda,” tambah Misnah.
Namun, beban keluarga Amirah semakin berat. Biaya pengobatan yang terus membengkak, termasuk biaya kantong kolostomi, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya, membuat keluarga Amirah semakin kesulitan. Belum lagi biaya untuk kontrol rutin ke RS Harapan Kita yang menambah beban mereka.
“Suami saya kerja apa saja, kadang nyari rongsokan, kadang ada yang nyuruh serabutan. Dari situ saya kumpulin setiap hari buat beli susu, buat berangkat ke Jakarta, buat kontrol rutin ke RS Harkit. Sekali berangkat ke Harkit biasanya saya habis Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu,” ungkap Misnah.
Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan Masyarakat (Yankes) dr. Firman Rahmatullah menyebutkan bahwa sebelumnya Amirah sudah mendapatkan perawatan di RSUD Adjidarmo dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita.
“Amirah sudah mendapat penanganan di RSUD Adjidarmo dan kemudian dirujuk ke Harkit,” ujarnya.
Dr. Firman juga menyatakan bahwa pihaknya akan berusaha mengajukan bantuan untuk keluarga Amirah melalui program pemerintah Kabupaten Lebak. “Mudah-mudahan biaya yang tidak ditanggung BPJS, seperti ongkos keluarga dan kebutuhan lainnya, bisa mendapatkan bantuan dari program prasejahtera atau bantuan Bazda,” tambahnya.
Editor: Merwanda











