LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Lebak kian dilirik investor sebagai kawasan strategis baru untuk sektor properti. Lonjakan investasi yang signifikan, terutama di bidang perumahan, menjadikan sektor ini sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak menunjukkan, investasi properti, khususnya perumahan skala kecil dan menengah, mendominasi realisasi investasi triwulan I tahun 2025 yang mencapai Rp272 miliar.
Robertus Erwin Haryanto, Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Lebak, mengungkapkan bahwa pertumbuhan sektor perumahan ini tak lepas dari berbagai faktor pendukung, mulai dari lokasi hingga ketersediaan infrastruktur. “Kenapa sektor perumahan berkembang, pertama, ketersediaan lahan masih luas di Lebak, dan kedua, akses transportasi yang semakin berkembang, seperti adanya jalan tol dan KRL. Hal ini mendukung sektor perumahan berkembang cepat di Lebak,” tuturnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 11 Mei 2025.
“Selain itu, pendukung lainnya adalah sektor industri yang menjadi penyumbang terbesar, salah satunya Kawasan Industri Citeras,” imbuhnya.
Kebutuhan hunian lokal dan arus migrasi dari kawasan penyangga seperti Tangerang Selatan dan Serang turut mempercepat laju pembangunan perumahan. Terlebih, proyek infrastruktur besar seperti Tol Serang–Panimbang dan jalur kereta Rangkasbitung–Tanah Abang makin memperkuat posisi Lebak sebagai pusat hunian baru yang terjangkau namun terkoneksi.
Erwin menegaskan, capaian investasi pada awal 2025 mencerminkan iklim usaha yang sehat dan stabil di Lebak. “Sampai dengan saat ini, iklim investasi di Kabupaten Lebak berjalan dengan baik dan kondusif. Semuanya berjalan aman dan berkembang pada masing-masing sektor,” terangnya.
Editor: Merwanda











