SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pengawas Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang merasa tidak dilibatkan oleh Pemkot Serang, atas penunjukkan Ketua DKM yang baru.
Pengawas Yayasan, Jajuli Mukri mengatakan, pihaknya merasa tidak diakui, setelah SK Walikota Serang resmi menunjuk Khaeroni sebagai Ketua DKM yang baru, menggantikan Mochtar Karim Wenno.
Menurut Jajuli, Khaeroni tidak termasuk dalam 10 kandidat yang masuk dalam seleksi resmi sebagai ketua DKM pada awal Januari 2025.
Padahal, kata Jajuli, seharusnya pergantian Ketua DKM yang ditunjuk dari 10 orang yang mengikuti seleksi resmi tersebut.
“Jadi, lebih baik kita nolak aja gitu. Kemudian dianggap tidak prosedural ya. Kita tidak diakui tidak diajak bicara tiba-tiba itu muncul kira-kira begitu,” kata Jajuli, Minggu, 18 Mei 2025.
Jajuli mengaku, pihak Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang akan melakukan rapat bersama untuk menolak SK penunjukkan Khaeroni sebagai ketua DKM Masjid yang baru.
“Nanti kita akan rapat dengan dewan pembina untuk menolak SK tersebut. Karena kemarin baru rapat secara lisan saja,” tegas Jajuli.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











