SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Kini, masyarakat membeli bakso bisa pakai Quick Response Code Indonesian Standard (Qris). Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bekerjasama dengan Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) DPW Banten melalui edukasi dan penandatangan komitmen perluasan transaksi pembayaran digital Qris.
Ketua Apmiso DPW Banten Agus Tugiman mengatakan, saat ini baru ada 10 persen pedagang mie dan bakso di Banten yang bisa menerima pembayaran melalui Qris dari 50 ribu pedagang yang ada. “Saya survei ke bawah, banyak konsumen yang ingin bayar pakai Qris, terutama anak muda,” ujar Agus usai penandatangan komitmen perluasan transaksi pembayaran digital Qris bersama Apmiso DPW Banten di kantor BI Provinsi Banten, Senin, 19 Mei 2025.
Agus berharap dengan adanya edukasi dan kerjasama ini, 80 perssn pedagang mie bakso akan menggunakan Qris. Ia mengaku rata-rata pedagang bakso, baik keliling maupun yang memiliki pangkalan, sudah memiliki rekening bank, bahkan mencapai 80 persen. Hal ini akan mempermudah implementasi Qris di kalangan pedagang mie dan bakso.
Kepala Kantor Perwakilan BI Banten Ameriza M Moesa mengatakan, kerjasama ini meliputi tiga fokus utama yaitu perluasan pembayaran Qris, edukasi kepada masyarakat, serta promosi dan publikasi. Ia berharap digitalisasi ini akan mempermudah dan mempercepat penetrasi pembayaran digital di Banten.
Pihaknya berharap, dengan semakin terdigitalisasinya pedagang mie dan bakso, penetrasi digitalisasi pembayaran kepada masyarakat di Banten akan semakin mudah dan semakin cepat, semakin luas. Ameriza menjelaskan bahwa Qris dirancang untuk transaksi ritel dengan nilai yang tidak besar, termasuk pedagang bakso dengan harga di bawah Rp500 ribu.
Kebijakan saat ini membebaskan transaksi UMKM mikro di bawah Rp500 ribi dari Merchant Discount Rate (MDR). Sehingga diharapkan semakin menarik minat masyarakat untuk menggunakan Qris.
Ameriza mengungkapkan beberapa alasan BI menggandeng Apmiso. “Alasan kenapa kita kok masuk ke bakso ya karena kan sekarang anak-anak muda itu ya konsumen terbesarnya bakso itu kan cenderung tidak membawa uang tunai sehingga kami harapannya dengan Qris ini customer-nya makin banyak,” ujarnya.
Meskipun belum dapat memproyeksikan target volume transaksi, Ameriza berharap kerjasama ini dapat meningkatkan omset pedagang mie dan bakso di Banten. Saat ini, volume transaksi di Banten mencapai Rp56 triliun per tahun.
Editor: Bayu Mulyana











