CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi PKS Qoidatul Sitta menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden flaring yang dilakukan PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) pada awal Mei 2025.
Meskipun flaring merupakan bagian dari prosedur teknis yang lazim di industri petrokimia, peristiwa ini dinilai menimbulkan keresahan masyarakat, terutama warga di Kelurahan Gerem dan sekitarnya.
“Flaring memang umum dilakukan, tapi ketika itu menimbulkan kepanikan warga, apalagi tanpa pemberitahuan yang memadai, maka ini menunjukkan adanya celah dalam komunikasi dan pengawasan,” ujar Sitta kepada Radar Banten, Kamis 22 Mei 2025.
Ia menilai kejadian tersebut bukan sekadar masalah teknis, melainkan soal tanggung jawab sosial industri terhadap lingkungan sekitar. Ketidaksiapan informasi dinilai bisa memicu ketidakpercayaan publik terhadap sektor industri di Kota Cilegon.
DPRD Kota Cilegon menyampaikan empat poin sikap atas kejadian tersebut:
Perusahaan wajib menjamin keselamatan dan ketenangan warga sekitar.
Aktivitas flaring, meskipun bagian dari proses operasional, tidak boleh menimbulkan getaran, suara bising berlebihan, atau kepanikan massal.
Sosialisasi dan pemberitahuan kepada warga harus menjadi prosedur tetap.
Komunikasi yang baik adalah bentuk tanggung jawab sosial minimum yang harus dijalankan setiap perusahaan.
DLH diminta segera melakukan audit lingkungan menyeluruh.
Inspeksi mendalam terhadap proses flaring dan sistem keamanan operasional PT LCI dinilai perlu untuk memastikan tidak ada pelanggaran atau kelalaian.
DPRD akan memanggil pihak perusahaan dan instansi terkait.
Pemanggilan ini bertujuan meminta klarifikasi sekaligus mendorong perbaikan prosedur agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pada dasarnya kami mendukung investasi dan kemajuan industri di Kota Cilegon. Tapi harus digarisbawahi, keselamatan dan ketenangan masyarakat adalah prioritas utama. Investasi yang baik adalah investasi yang berkelanjutan dan harmonis dengan lingkungan serta warga sekitar,” tegasnya.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Aditya











