SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Haul ke-495 Sultan Maulana Yusuf digelar dengan khidmat oleh Dzuriyyat Panembahan Maulana Yusuf (DPMY).
Acara yang berlangsung di Kasemen, Kota Serang ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi para dzuriyyah, baik yang berada di Banten maupun luar daerah.
Ketua Umum DPMY, Tubagus Safaruddin, mengatakan bahwa haul tahun ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa besar Sultan Maulana Yusuf, tetapi juga sebagai sarana pemersatu antar keturunan (dzuriyyah) dan umat Islam secara umum.
“Maksud dan tujuan dari haul ini adalah untuk mempersatukan para dzuriyyah Sultan Maulana Yusuf di mana pun mereka berada. Tapi lebih luas dari itu, kita ingin menyatukan umat Nabi Muhammad SAW dalam semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap sejarah Islam di Banten,” ungkap Tubagus Safaruddin, Rabu, 21 Mei 2025 malam.
Rangkaian kegiatan dalam haul kali ini cukup beragam dan sarat makna religius. Acara dimulai dengan khotmil Qur’an, dilanjutkan dengan iring-iringan pembawa kiswah, dan kemudian ditutup dengan doa bersama dalam bentuk istighotsah.
Selain itu, pihaknya juga menggelar kegiatan sosial berupa sunatan massal yang diikuti sekitar 40 anak dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat.
Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih mengenal sosok Sultan Maulana Yusuf sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Banten.
“Kita ingin masyarakat tahu bahwa di Banten ini ada seorang sultan yang luar biasa. Beliau bukan hanya pemimpin, tapi juga ulama dan pemersatu umat di masanya,” tuturnya.
Menurutnya, Sultan Maulana Yusuf adalah figur yang layak dikenang, tidak hanya karena perannya dalam menyebarkan Islam, tetapi juga karena kemampuannya membangun kekuatan spiritual dan sosial di tengah masyarakat.
Haul ini juga menjadi pengingat bahwa sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga harus dijadikan teladan dalam kehidupan beragama dan berbangsa hari ini.
Dengan semangat haul ini, DPMY berkomitmen untuk terus menjaga warisan sejarah, spiritual, dan budaya Banten agar tetap hidup dan menginspirasi generasi ke depan.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kekeluargaan, dihadiri oleh para ulama, tokoh masyarakat, serta dzuriyyah dari berbagai penjuru Nusantara.
Peringatan haul ini diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang mendidik, mempererat, dan menguatkan ikatan antara sesama umat Islam.
“Semoga semangat persatuan ini terus hidup, dan semangat Sultan Maulana Yusuf bisa menjadi cahaya bagi umat Islam di masa kini,” katanya.
Ditempat yang sama, Danrem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Andrian Susanto, mengatakan, Sultan Maulana Yusuf merupakan sosok pemimpin besar yang patut diteladani, khususnya ketangguhannya dalam bidang militer dan kepeduliannya terhadap rakyat.
Ia mengaku merasa bangga dan terhormat bisa turut hadir dalam peringatan haul tersebut. Menurutnya, nilai-nilai kepemimpinan Sultan Maulana Yusuf masih sangat relevan dan bisa menjadi inspirasi bagi generasi saat ini.
“Kita jadikan haul ini sebagai ajang untuk memperkuat kan ajang silaturahmi dan memperkuat komitmen kita untuk menerusi perjuangan ulama terdahulu, seperti teladan Sultan Maulana Yusuf,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











