PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Pandeglang mengajak generasi muda untuk aktif melestarikan olahraga tradisional yang mulai terlupakan.
Plt Ketua Kormi Pandeglang, Abu Rizal Syifa mengungkapkan, pihaknya sudah mengusulkan agar olahraga tradisional dimasukkan ke dalam muatan lokal di sekolah-sekolah.
“Kita tahu olahraga tradisional mulai terlupakan oleh generasi saat ini, jadi kami mengusulkan kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora), agar permainan tradisional masuk ke muatan lokal di SD, SMP, dan SMA,” ungkapnya, Minggu, 25 Mei 2025.
Abu Rizal mengatakan, dengan masuknya olahraga tradisional di sekolah, generasi muda bisa kembali mengenal jati diri dan budaya permainan tradisional di tengah kemajuan modernisasi.
“Manfaatnya banyak, baik untuk individu maupun kelompok. Anak-anak siswa bisa lebih mengenal kembali jati diri permainan olahraga tradisional,” katanya.
Abu Rizal Syifa menyebutkan berbagai upaya pelestarian olahraga tradisional sudah dilakukan, termasuk memasukkan olahraga tradisional ke dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.
“Upaya-upaya sudah kita lakukan, termasuk sudah masuk ke Perda terkait penyelenggaraan keolahragaan di Kabupaten Pandeglang, tinggal implementasinya saja,” ujarnya.
Abu Rizal juga menambahkan, beberapa jenis olahraga tradisional yang terus dipromosikan dan dilestarikan di Pandeglang, antara lain egrang, dagongan, tarik tambang, terompah panjang, gobak sodor, dan sumpitan.
“Semua itu merupakan permainan favorit waktu kecil. Kami terus berupaya agar olahraga tradisional ini tetap lestari,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono











