PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Olahraga tradisional di Kabupaten Pandeglang ternyata banyak diminati anak-anak muda meski dilupakan alias jarang dimainkan.
Plt Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Pandeglang, Abu Rizal Syifa mengatakan, saat menggelar perlombaan, peserta dari kalangan pelajar selalu antusias ikut serta.
“Bahkan kebanyakan pesertanya dari sekolah-sekolah dan mereka sangat antusias mengikuti lomba,” kata Abu Rizal, Minggu 25 Mei 2025.
Namun, Abu Rizal mengakui banyak tantangan dalam pelestarian olahraga tradisional, terutama minimnya perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
“Tantangan terbesarnya adalah kurangnya perhatian. Kita harus sama-sama memperhatikan perkembangan dan pelestarian olahraga tradisional, tapi ini yang sulit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di era modernisasi ini banyak rintangan yang menghadang upaya pelestarian tersebut.
“Kita dihadapkan pada era modernisasi dengan banyak rintangan,” jelasnya.
Abu Rizal Syifa mendorong pelestarian olahraga tradisional lewat teknologi digital, dengan membuat permainan tradisional yang bisa dimainkan di handphone.
“Kita harus terus berupaya bersama di era digital ini dengan menghadirkan permainan tradisional di Play Store agar bisa dimainkan lewat handphone. Jadi meskipun anak-anak tidak bermain langsung, mereka tetap bisa mengenal lewat gadget,” ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini sudah banyak permainan tradisional yang bisa diunduh di handphone.
Meski begitu, dukungan pemerintah daerah selama ini dinilai sudah cukup baik. Namun, Abu Rizal berharap sinergi dan kolaborasi bisa semakin ditingkatkan ke depannya.
“Dukungan dan respons pemerintah sudah baik, tinggal bagaimana sinergitas dan kolaborasi ke depan bisa ditingkatkan lagi agar cita-cita pelestarian olahraga tradisional ini tercapai,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











