SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Ketua Fraksi PPP-PSI DPRD Banten Musa Weliansyah mengapresiasi kinerja 100 hari Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah.
Ia menyebut jika keduanya bukan merupakan Gubernur konten yang sibuk membangun narasi lewat media sosial. Melainkan sosok pemimpin yang sibuk terjun ke rakyat.
“Bang Andra ini bukan Gubernur Konten atau banci medsos, tetapi sosok yang benar-benar bekerja untuk masyarakat,” ucap Musa saat menanggapi hasil survei lembaga Indikator Politik Indonesia soal kinerja Gubernur di pulau Jawa, Minggu 1 Juni 2025.
Dikatakannya, Andra-Dimyati memiliki komitmen dalam membangun dan mengembangkan desa-desa di Banten. Mereka melakukan terobosan baru, dengan memastikan jalan poros desa dan jalan usaha tani yang bukan kewenangan provinsi tetap dapat dibangun melalui APBD-P 2025.
Hal ini tentunya sangat selaras dengan astacita dari Presiden Prabowo Subianto untuk membangun mulai dari desa.
“Pa gub memberikan perhatian penuh kepada pembangunan desa, hal ini bisa kita liat melalui program-programnya seperti melakukan intervensi pembangunan jalan poros desa, pemberian bantuan dana desa hingga program sarjana penggerak desa,”kata Musa sembari menyebut jika program-program itu dapat mempercepat pembangunan di desa.
“Prinsipnya jelas, jika desa maju dengan jalan dan infrastruktur yang baik, maka ekonomi masyarakat akan meningkat, yang pada akhirnya menopang kemajuan di tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi,” tambahnya.
Selain itu, Musa juga mengapresiasi atas sikap keduanya dalam melakukan komunikasi dengan pihak legislatif.
“Beliau selalu turun ke masyarakat, bahkan meminta didampingi anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota di daerah yang dikunjungi. Ini menunjukkan komitmennya untuk berkolaborasi, bukan hanya retorika belaka,” tuturnya.
Musa Weliansyah menilai bahwa survei kepuasan publik yang dilakukan Indikator cenderung berbasis konten, bukan hasil interaksi langsung dengan masyarakat di delapan kabupaten/kota di Banten.
“Sejak awal menjabat, Bang Andra lebih memilih bertemu langsung dengan masyarakat, mendengar usulan mereka, memeriksa kondisi infrastruktur, hingga memastikan desa memang membutuhkan bantuan sebelum mengambil keputusan pembangunan,” jelasnya.
Editor: Bayu Mulyana











