SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Fraksi PKS DPRD Banten, Gembong R Sumedi, memberikan tanggapan atas pemberian suntikan modal oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kepada PT Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten senilai Rp 1,9 triliun.
Pihaknya setuju atas penyerataan modal sebagai upaya penyehatan bank plat merah itu.
“Fraksi PKS setuju dalam rangka penyehatan Bank Banten, apalagi kalau merujuk pada aturan OJK yang mengharuskan bank umum memiliki modal minimal Rp 3 triliun,” ucapnya, Selasa, 3 Juni 2025.
Namun, Gembong dengan tegas memberikan catatan bahwa sebelum menerima penyertaan modal, manajemen Bank Banten harus melakukan evaluasi internal terlebih dahulu, dan menyiapkan langkah dalam mengelola penyertaan modal ini.
“Penyertaan modal ini harus dikelola secara serius dan hati-hati,” katanya.
Jangan sampai, penyertaan modal ini hanya berupa formalitas belaka untuk memenuhi aturan dari OJK.
PKS ingin, penyertaan modal ini dapat digunakan guna pengembangan bisnis Bank Banten.
“Pengawasan harus benar-benar ditingkatkan agar jangan sampai juga penyaluran kredit, seperti terjadi pada manajemen terdahulu yang akan menambah rentetan kredit macet,” tuturnya.
Bank Banten pernah mengalami kasus korupsi kredit macet pada tahun 2016 lalu. Dua mantan pejabat Bank Banten pun dituntut 6,5 tahun penjara. Keduanya yakni mantan Account Officer Bank Banten, Rully Andriadi, dan mantan Manajer Bisnis Komersial Bank Banten, Satrio Dwiono Lutfi.
Keduanya dinyatakan bersalah dalam kasus kredit macet senilai Rp 776 juta. Bahkan, Bank Banten sempat terancam turun kelas dari Bank Pembangunan Daerah ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sebab, disebut tidak bisa memenuhi pemenuhan modal inti sebesar Rp 3 triliun paling lambat pada bulan Desember 2024.
Namun, hal ini bisa terhindar dengan adanya skema Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan Bank Jatim yang saat ini masih berproses.
Rencana KUB ini ternyata disusul dengan kabar baik dari internal Bank Banten, yang mana setelah terus merugi, Bank Banten akhirnya berhasil menorehkan laba positif.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyebut jika saat ini Bank Banten sudah melalui masa krisis dan menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini dibuktikan pada tahun 2024 Bank Banten berhasil membukukan laba sebesar Rp 52 miliar (unaudited).
Raihan itu melonjak hampir dua kali lipat atau 95,56 persen year on year (yoy) ketimbang Rp 26,59 miliar pada 2023.
“Kita lihat Bank Banten sudah melalui proses kritisnya, dan saat ini sedang berusaha untuk menjadi bank yang bisa diandalkan masyarakat Banten,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











