LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP (Damkar dan Satpol PP) Kabupaten Lebak melakukan evakuasi sarang lebah hutan jumbo yang membahayakan warga di salah satu perkebunan di Kampung Peujeuh, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu 4 Juni 2025.
Evakuasi dilakukan setelah laporan dari warga yang merasa terganggu dengan keberadaan sarang lebah yang berukuran besar tersebut. Tim Damkar Lebak secara cekatan berhasil mengevakuasi sarang lebah hutan jumbo tersebut dengan menggunakan peralatan khusus.
Petugas Damkar Dinas Satpol PP Lebak, Ade Apriyadi mengatakan, Sarang Lebah Madu berhasil di evakuasi. Namun, petugas kata Ade sempat mengalami kendala lantaran tingginya sarang dari permukaan tanah serta dikelilingi pohon bambu.
“Ini (Lebah) jenis Madu, sarangnya kurang lebih 2 meter. Alhamdulilah walaupun sempat mendapat kesulitan sarang Lebah Madu ini berhasil di evakuasi,” kata Ade kepada RADARBANTEN.CO.ID saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu 4 Juni 2025.
Menurut Ade, lebah hutan madu tersebut sangat berbahaya karena bisa menyerang warga. Maka, ketika mendapat laporan dari warga dirinya bersama petugas lainnya langsung menuju lokasi dan mengevakuasinya.
“Informasi dari warga keberadaan Lebah Madu ini kerap ke permukiman warga pada waktu malam. Khawatir menyengat warga, maka kita evakuasi,” tuturnya.
Sementara itu, menurut Ketua RW 06 Kampung Peujeuh, Desa Nameng, Suwadi, keberadaan sarang lebah ini sudah berangsur lama kurang lebih dua bulan. Setiap malam, secara berkelompok Lebah tersebut ke permukiman warga mencari suasana terang.
Ia menjelaskan warga khawatir keberadaan lebah dapat menyerang warga, sehingga warga sepakat menghubungi petugas Damkar dan berharap sarang Lebah Madu yang berukuran besar tersebut bisa dievakuasi.
“Masuk ke permukiman pada malam hari. (Sarang Lebah Madu) Ini khawatir menyerang warga lalu menyengat kembali. Sebab, keberadaan Lebah Madu ini sudah ada warga yang sudah disengat beruntung sudah diobati. Kami berharap kepada petugas untuk di evakuasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, kejadian ini sebenarnya bukan kali pertama melainkan pada tahun sebelumnya pun ada. Namun, oleh warga Lebah Madu tersebut hasil di usir sehingga tidak ke permukiman.
“Dulu pernah ada tapi tidak sebesar dan tidak ke permukiman warga. Tapi ini mah setiap malam jadi warga khawatir membahayakan keselamatan jiwa,” imbuhnya.
Editor: Abdul Rozak











