SERANG,RADARBANTEN.CO.DI- Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Cikande Permai menyikapi soal peliknya permasalahan di Cikande Permai yakni penerimaan siswa baru di SMP Negeri.
Pasalnya, warga di Cikande Permai yang masuk usia SMP tidak dapat mendaftar ke SMP Negeri melalui jalur zonasi karena jarak perumahan ke SMP Negeri terdekat tidak memenuhi syarat.
Anggota DPRD Kabupaten Serang asal Cikande Permai Joko Santoso mengatakan, dua SMP terdekat ke Cikande Permai nyatanya tidak dapat menampung siswa dari Cikande Permai melalui jalur zonasi. Pasalnya, jarak ke sekolah terdekat ternyata masih terlalu jauh.
Ditambah lagi, jumlah lulusan sekolah SD di Cikande Permai yang sangat tinggi yakni mencapai 500 orang, sementara daya tampung sekolah negeri yang sangat sedikit. Untuk itu, keberadaan sekolah baru di Cikande Permai sangatlah mendesak.
“Rata-rata lulusan SD nya mencapai 500, sedangkan daya tampung dua SMP itu hanya sekitar 200, artinya ada sebanyak 300 siswa yang tidak tertampung. Ditambah lagi warga Cikande Permai tidak bisa daftar melalui sistem zonasi,” katanya, Jumat 6 Juni 2025.
Menurutnya, orang tua siswa bukan tidak mau menyekolahkan anak-anaknya di sekolah swasta di sekitar Cikande Permai. Persoalan biaya menjadi salah satu faktor utama kenapa orang tua ingin menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah negeri. Apalagi, mayoritas penduduk Cikande Permai merupakan pekerja pabrik yang memiliki penghasilan yang pas-pasan.
“Sebenarnya bukan tidak mau pada sekolah swasta karena beban biaya yang sangat tinggi. Jadi kalau ke negeri sebenarnya yang dicari mereka itu sekolahnya benar-benar gratis,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang agar mereka mau mendirikan sekolah rintisan di Cikande Permai sehingga dapat menampung murid dari Cikande Permai.
“Kepala sekolah SMP 1 dan SMP 2 ini sudah kita ajak diskusi terkait hal tersebut. Lalu kita juga akan diskusi dengan Dindikbud Kabupaten Serang. Sehingga kita harapkan di tahun 2026 sudah mulai ada sekolah rintisan untuk SMP Negeri,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama ini apabila anak Cikande permai yang tidak diterima melalui jalur prestasi, mereka terpaksa harus sekolah di sekolah swasta. Bahkan ada anak-anak yang di kirim ke kuar daerah untuk pesantren.
“Mirisnya, ada anak yang terpas karena bukan fashion-nya. Bahkan pada titik beberapa orang itu sampai enggak mau sekolah. Saya kalau tidak di sana mendingan tidak usah gitu kan anak-anak,” ujarnya.
Untuk itu, ia berharap agar sekolah rintisan bisa segera segera direalisasikan sehingga anak-anak Cikande Permai bisa memiliki hak yang sama yakni bisa mendaftar melalui jalur zonasi ke SMP Negeri.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











