LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari Jalan Tirtayasa dan Jalan Sunan Kalijaga di sekitar Pasar Rangkasbitung ke Pasar PKL Kandangsapi di Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung, molor. Padahal sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak menargetkan pemindahan PKL dilakukan maksimal akhir Mei 2025.
Hingga kini, proses relokasi PKL dari Pasar Rangkasbitung ke Pasar PKL Kandangsapi jalan di tempat. Bahkan, catatan RADARBANTEN.CO.ID, relokasi PKL sudah molor dua kali. Awalnya, Disperindag menargetkan pemindahan PKL dilakukan setelah lebaran Idul Fitri. Tapi kemudian tidak terealisasi.
Pada awal Mei 2025, mereka kembali menargetkan relokasi PKL pada akhir Mei 2025. Namun, sampai sekarang Pasar PKL Kandangsapi masih kosong dan PKL tetap berjualan di ruas jalan provinsi dan jalan kabupaten di sekitar Pasar Rangkasbitung.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak Sahrul Gunawan menyatakan, molornya relokasi PKL ke Pasar PKL Kandangsapi menunjukan ketidakmampuan Disperindag dalam mengeksekusi rencana tersebut. Untuk itu, dirinya meminta kepada Bupati dan DPRD Lebak mengevaluasi kinerja dari Disperindag Lebak.
“Saya enggak paham, kenapa relokasi PKL dari Jalan Tirtayasa dan Jalan Sunan Kalijaga kembali molor. Padahal, ini sudah direncanakan sejak akhir 2024. Tapi, faktanya PKL tidak pindah-pindah,” kata Sahrul kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 8 Juni 2025.
Menurut Sahrul, banyak persoalan yang tidak pernah terselesaikan Disperindag Lebak. Di antaranya, persoalan gate parkir Pasar Sampay yang diprotes pedagang dan sekarang disegel Satpol PP Lebak. Tidak hanya itu, kondisi Pasar Cipanas yang dibangun dengan anggaran belasan miliar terbengkalai. Tidak ada pedagang yang berjualan di sana, padahal awalnya Pasar tersebut diproyeksikan menjadi pasar modern atau pasar percontohan di Lebak.
“Ini membuktikan Kepala Disperindag dan jajarannya tidak mampu bekerja dalam tata kelola pasar di Lebak. Karena itu, saya sarankan Bupati Lebak mengganti Kepala Disperindag, karena tidak bisa bekerja,” tegasnya.
Editor: Mastur Huda











