PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Sekretaris Daerah Pandeglang Ali Fahmi Sumanta sebelum wafat mengungkapkan pesan terakhir kepada Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani.
Pesan terakhir diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta agar jajarannya diberikan kesehatan untuk dapat membantu Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dan Iing Andri Supriadi dalam memimpin Kabupaten Pandeglang.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani merasa kehilangan atas wafatnya almarhum Sekda Pandeglang H Ali Fahmi Sumanta.
“Perkataan terakhir yang diingat saat beliau mengingatkan kepada jajarannya agar selalu menjaga kesehatan,” katanya, Senin, 9 Juni 2025.
Kata terakhir yang terngiang-ngiang oleh Bupati Pandeglang sangat menyentuh hati. Menunjukan dedikasinya dalam membantu pimpinan.
“Urang situasi seperti ini harus sarasehat supaya bisa ngabantu Ibu Dewi sareng Pak Iing siapa lagi kalau bukan kita. Jangan pada tarumbang geh harus pada sehat, itu cariosan (omongan) anjenna (Pak Sekda) terakhir sebelum dirawat,” katanya.
Sementara itu, salah satu anak asuh almarhum Sekda Ali Fahmi Sumanta, Mustofa juga merasa kehilangan.
“Padahal pada hari Kamis (5 Juni 2025) Pak Sekda masih menjalankan aktivitas seperti biasanya. Beliau sempat memimpin apel pagi,” katanya.
Pada hari Kamis itu, kerja sampai sore hari. Kemudian pulang untuk berbuka puasa di rumah.
“Terus setelah shalat subuh, mau persiapan shalat Idul Adha (Senin, 6 Juni 2025) beliau duduk dan ngomong ke anak bungsunya bahwa beliau merasakan lemas. Bapak laleuleus (lemas) terus golepak aja tiduran di lantai,” katanya.
Setelah itu, tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Banten. Tiba di RSUD Banten dilakukan pemeriksaan dan sempat memuntahkan darah namun tidak sadarkan diri.
“Lalu langsung di bawa ke ruang ICU RSUD Banten. Kesehatannya semakin menurun pada hari Sabtu (7Juni 2025) malam,” katanya.
Mustofa menerangkan, pada saat berada di ruang ICU, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyempatkan diri menjenguk pada hari Sabtu, 7 Juni 2025 pagi. Selanjutnya Bupati melanjutkan perjalanan menyerahkan daging sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat di Kecamatan Angsana.
“Adapun hasik diagnosa dokter kalau almarhum kena struk ringan. Namun saat hari itu almarhum tidak sempat jatuh hanya merasakan lemas kemudian di bawa ke rumah sakit dan setelah menjalani perawatan tiga hari, ke esokan harinya dinyatakan wafat,” katanya
Kepergian almarhum yang begitu cepat membuat jajaran pegawai di lingkungan Setda Pandeglang khususnya langsung syok.
“Karena tidak terlihat sakit dan begitu cepat. Kami merasa kehilangan karena di mata kami beliau baik, cepat tanggap. Jadi pak sekda orangnya akuan, tidak ada batas antara atasan dan bawahan jadi bisa bercanda tidak ada jarak jadi enak ngobrolnya,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











