SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara, Biddokkes Polda Banten bersama Polres jajaran menggelar Bakti Kesehatan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat. Kegiatan ini menyasar sektor informal, khususnya pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi tulang punggung transportasi perkotaan.
Program Bakti Kesehatan telah dimulai sejak Minggu, 8 Juni 2025, dan akan berlangsung hingga 16 Juni 2025. Hingga saat ini, sebanyak 608 pengemudi ojol telah menerima pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Kegiatan ini digelar di sejumlah fasilitas Biddokkes Polda Banten dan Polres di wilayah hukum Polda Banten.
Sebagai puncak kegiatan, pada Senin, 16 Juni 2025, akan diselenggarakan acara terbuka untuk masyarakat umum dengan berbagai layanan kesehatan meliputi; pengobatan gratis, sunatan massal, pelayanan Keluarga Berencana (KB), donor darah, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), skrining Tuberkulosis (TBC).
Tujuan utama kegiatan ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan secara cuma-cuma, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dan deteksi dini penyakit.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Hariyanto, mengatakan bahwa Bakti Kesehatan merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat. “Melalui Bakti Kesehatan ini, Polri ingin hadir lebih dekat dan lebih peduli kepada masyarakat, khususnya mereka yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi perkotaan seperti para pengemudi ojek online. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata dari semangat Bhayangkara untuk melayani,” ujarnya, Kamis, 12 Juni 2025.
Ia berharap kegiatan ini membawa dampak sosial yang nyata, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan. “Bakti kesehatan ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bukan hanya dalam hal keamanan, tetapi juga dalam hal pelayanan kemanusiaan. Selain itu, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang luas serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban yang harmonis,” tutur Didik, pria asal Bojonegoro, Jawa Timur.
Editor: Merwanda











