SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aktivis maupun peserta aksi demonstrasi bukan musuh bagi Polri. Senin (1/9) lalu, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Banten memberikan pelayanan kepada sejumlah aktivis yang mengalami gangguan kesehatan ketika berdemonstrasi di depan Mapolda Banten.
Tim medis Biddokkes Polda Banten yang ditugaskan, terdiri dari, dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Tim ini sudah disiagakan di beberapa titik strategis untuk memberikan pertolongan pertama kepada siapa pun yang membutuhkan.
Selama demonstrasi berlangsung, ada aktivis yang mengalami kelelahan, dehidrasi, hingga sesak napas akibat cuaca panas dan kondisi fisik yang menurun. Tim Biddokkes Polda Banten langsung memberikan pertolongan medis di tempat. Dalam beberapa kasus, tim itu merujuk aktivis ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) dr. I Gusti Gede Dharma Arimbawa mengatakan, Biddokkes Polda Banten hadir untuk memastikan kesehatan semua pihak di lokasi unjuk rasa. “Tugas kami adalah kemanusiaan, tidak memandang siapa pun yang kami bantu,” katanya.
Gusti menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri mengedepankan pendekatan humanis selama pengamanan aksi massa. “Seperti yang kami sampaikan tadi, tugas kami kemanusiaan. Semua peserta atau massa yang ada di aksi berhak mendapatkan pertolongan medis yang sama dan ditangani yang sama. Kami hadir ingin memberi rasa aman dan nyaman, karena Polri merupakan pelayan masayarakat,” bebernya.
Selama unjuk rasa berlangsung, Gusti memastikan, tidak ada kasus menonjol yang ditangani timnya. “Hanya beberapa peserta aksi yang mendapatkan bantuan medis. Itu juga hanya penanganan ringan. Diharapkan, kolaborasi antara aparat keamanan, tenaga medis, dan masyarakat dapat menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung,” ujarnya.
Kapolda Banten Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Hengki menyatakan, Biddokkes Polda Banten telah bekerja secara profesional ketika menangani peserta demonstrasi yang membutuhkan bantuan medis. “Saya sampaikan kepada tim Biddokkes bahwa yang melakukan aksi itu adalah warga negara Indonesia yang berhak mendapat pelayanan kesehatan dari Kepolisian secara profesional. Alhamdulillah, selama aksi berlangsung tidak ada kejadian yang mengakibatkan gangguan kesehatan atau cedera,” ujarnya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











