RADARBANTEN.CO.ID – Siapa sangka film Jumbo yang awalnya cuma dianggap tontonan keluarga biasa, sekarang malah jadi raja box office di Indonesia! Yap, Jumbo resmi dinobatkan sebagai film terlaris sepanjang masa di tanah air, ngalahin deretan film-film hits sebelumnya seperti KKN di Desa Penari, Warkop DKI Reborn, Agak Laen, dan Dilan 1990.
Buat yang belum nonton,-serius, kamu ke mana aja?, Jumbo adalah film keluarga dengan cerita yang mengaduk-aduk emosi. Nggak cuma lucu dan menggemaskan, film ini juga menyelipkan pesan moral soal persahabatan, kehilangan, dan keberanian.
Kisahnya mengikuti Don, anak desa yang sering diremehkan karena fisiknya, tapi punya niat besar—menggelar pertunjukan bakat dari cerita dongeng warisan orang tuanya. Digarap dengan visual memukau dan sentuhan supernatural lucu dari peri kecil Meri, film ini menyentuh semua usia—anak-anak, remaja, sampai orang tua.
Banyak variable yang membuat film animasi nasional ini mendapatkan jumlah penonton dengan angka yang fenomenal. Sejumlah pengamat menyebutkan tanggal rilis yang pas dengan libur Lebaran sebagai strategi brilian. Cerita yang memang core-nya tentang kehidupan anak-anak, memang sepertinya membuat Jumbo adalah film yang mengundang seluruh keluarga untuk datang ke bioskop.
Cetak rekor penonton:
* 1 juta dalam 7 hari 2 juta dalam 11 hari
* Terus melaju: 4 juta (2 minggu), 6 juta (22 hari), 7 juta (27 hari), 8 juta (32 hari), 9 juta (41 hari), dan akhirnya…
* 10 juta lebih penonton dalam 60 hari
Di 60 hari tayang, Jumbo mencetak total 10.1 juta penonton, menggeser KKN di Desa Penari (10.06 juta) sebagai film lokal terlaris. @cinepoint, akun di aplikasi X yang memang men-tracking jumlah penonton bioskop di Indonesia menutup perjalanan 60 hari penayangan Jumbo di angka 10.171.372 penonton.
Keberhasilan Jumbo bikin industri animasi Indonesia terbang lebih tinggi. Selain jadi animasi domestik tersebar terbanyak, Jumbo juga jadi animasi Asia Tenggara paling laris – melewati Frozen 2 dengan lebih dari 9.6 juta penonton.
Menurut pendiri Visinema, Angga Dwimas Sasongko, ini bukan cuma soal angka, tapi bukti bahwa cerita lokal dengan kualitas tinggi langsung punya daya tarik global .Visinema pun siap menjangkau 17 negara mulai Juni 2025, kata Angga seperti dikutip Reuters.
Walau ini debutnya sebagai sutradara film panjang, Ryan Adriandhy telah dikenal di dunia komedi dan animasi pendek. Ia juara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 2011, mendalami animasi di RIT (MFA), dan pernah menang Piala Citra untuk animasi pendek.
Dalam sebuah podcast dengan Ernest Prakasa di kanal Youtube Maple Media, Ryan mengatakan bahwa cerita Jumbo adalah untuk anak-anak mu, anak-anak ku, dan anak-anak dalam diri kita. well said Ryan, and congrats!
Editor: Bayu Mulyana











