TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketika Kamu membeli cincin, kalung, atau gelang, tentu harus memperhatikan material dan kualitasnya.
Nah, material untuk memproduksi perhiasan cukup bermacam-macam. Contohnya emas putih dan platinum.
Kedua logam berharga tersebut sering kali disalahpahami karena tampak sama.
Padahal, terdapat perbedaan emas putih dan platinum yang cukup mendasar.
Dan, supaya tidak salah dalam membeli perhiasan, sebaiknya pahami perbedaan kedua material tersebut.
Dilansir dari laman resmi Pegadaian, berikut perbedaan emas putih dan emas platinum.
Apa itu emas putih?
Emas putih adalah hasil percampuran dari emas kuning dengan logam lain, seperti perak, nikel, zinc, tembaga, serta paladium.
Pencampuran tersebut untuk membuat perhiasan emas lebih kokoh, keras, dan tahan lama karena emas kuning yang murni pada dasarnya bersifat sangat lunak.
Meskipun sudah tercampur dengan logam lain, emas putih tetaplah mengandung emas asli. Tingkat kemurniannya bisa dihitung dalam satuan karat.
Perhiasan yang terbuat dari emas putih cukup beragam, seperti gelang, cincin, anting, dan kalung.
Lalu, apa itu platinum?
Apabila jamu pernah mengira bahwa platinum adalah emas putih, maka hal tersebut tidak benar.
Platinum merupakan logam putih alami yang jauh lebih keras dan berat.
Jika dibandingkan dengan emas, logam ini tergolong lebih langka. Platinum mempunyai kepadatan yang cukup tinggi.
Sama halnya dengan emas putih, platinum juga sering kali dijadikan sebagai material dalam membuat perhiasan.
Perbedaan Emas Putih dan Platinum
Pada dasarnya, perbedaan emas putih dan platinum dapat diperhatikan berdasarkan beberapa faktor, seperti warna, ketahanan, komposisi, harga, dan hipoalergenik.
1. Warna.
Dilihat dari warnanya, emas putih dan platinum cukup berbeda. Emas putih berwarna putih sedikit keabu-abuan.
Untuk menjadikan tampilannya lebih putih dan berkilau, emas putih akan dilapisi menggunakan rhodium.
Inilah mengapa emas putih memiliki sebutan emas berlapis.
Sementara itu, platinum justru tidak perlu dilapisi karena warna putihnya alami.
Jika lapisan rhodium pada emas putih bisa luntur, maka warna dari platinum tidak akan berubah.
2. Ketahanan.
Apabila dinilai menurut ketahanannya, emas putih maupun platinum sama-sama awet dan tahan terhadap goresan, benturan, hingga tekanan.
Hanya saja, platinum yang sangat padat memiliki tingkat ketahanan lebih baik sehingga dapat dikenakan dalam jangka panjang tanpa hampir kehilangan lapisan ketebalannya.
Sementara itu, emas putih secara intrinsik kuat dengan detail halus lebih kaku walaupun tidak sepadat platinum.
Emas putih masih memerlukan pelapisan rhodium ulang seiring waktu.
3. Komposisi.
Seperti yang sudah dijelaskan, emas putih adalah logam campuran dan bukan logam putih alami. Komposisinya terdiri atas emas kuning murni berkisar 75 persen.
Sisanya merupakan campuran dari logam-logam lain yang dapat memberikan warna putih.
Lain halnya dengan itu, platinum umumnya mengandung 90-95 persen platinum murni.
4. Harga.
Perbedaan emas putih dan platinum menurut harganya sebenarnya tidak terlalu substansial. Namun, karena tingkat kepadatan dan komposisinya tidak sama, harga kedua logam ini pun memiliki perbedaan.
Secara umum, harga emas putih lebih terjangkau. Sementara itu, perhiasan platinum cenderung lebih mahal 25 persen jika dibandingkan dengan emas putih. Kelangkaan platinum menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hal tersebut.
5. Hipoalergenik.
Platinum dikenal sebagai logam yang hipoalergenik karena tidak memicu reaksi alergi atau menimbulkan masalah pada kulit. Jadi, perhiasan platinum aman dipakai oleh siapa saja.
Sementara itu, karena komposisinya mengandung campuran dari logam lain, emas putih masih berpotensi memicu reaksi alergi, terutama bagi yang memiliki kulit sensitif.
6. Perawatan.
Untuk mempertahankan keindahan serta fungsinya, emas putih maupun platinum perlu dirawat dan dipelihara sebaik mungkin.
Emas putih bisa dibersihkan dengan sabun, lalu disikat secara lembut. Setelah itu, emas putih bisa dilap dengan kain perlahan-lahan.
Dikarenakan lapisan rhodium pada emas putih mudah pudar, maka perlu dilakukan pelapisan ulang secara rutin di toko perhiasan.
Platinum juga dapat dibasuh menggunakan sabun serta disikat dengan lembut, lalu dikeringkan secara hati-hati. Kendati demikian, perhiasan platinum tidak memerlukan pelapisan ulang dengan rhodium.
Editor: Agus Priwandono











