PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pendapatan dari retribusi persampahan di Kabupaten Pandeglang masih jauh dari target. Hingga akhir triwulan II 2025, realisasi pendapatan baru mencapai Rp1,49 miliar atau sekitar 46,62 persen dari total target sebesar Rp3,2 miliar.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang, Winarno, mengakui capaian tersebut masih rendah. Namun, ia tetap optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi sampah bisa tercapai hingga akhir tahun.
“Realisasi retribusi persampahan pada triwulan II belum capai target, masih rendah baru mencapai 46,62 persen,” kata Winarno, Minggu 22 Juni 2025.
Menurutnya, salah satu sumber utama PAD sektor persampahan berasal dari layanan pengangkutan sampah, baik dari titik penerimaan maupun armada keliling yang masuk ke kawasan permukiman.
“Iya, kami tetap optimis bisa capai target. Paling besar penyumbang PAD itu dari pelayanan persampahan langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan keterbatasan armada jadi salah satu kendala utama dalam pelayanan retribusi persampahan. Saat ini, DLH hanya memiliki sekitar 40 unit armada, baik truk besar maupun kecil. “Armada kita masih terbatas, baru ada 40 unit. Jadi belum bisa melayani semuanya,” ungkapnya.
Akibatnya, pelayanan pengangkutan sampah baru menjangkau 22 dari total 35 kecamatan yang ada di Pandeglang. “Masih ada wilayah yang belum terlayani karena belum wajib retribusi atau terkendala armada,” ujarnya.
Winarno menyebut, meski realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi persampahan masih di bawah 50 persen, pihaknya terus mengupayakan strategi percepatan. “Kita akan terus kejar target PAD dengan berbagai upaya strategis yang disiapkan,” tegasnya.
Seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan dari wilayah layanan akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol. Winarno mencatat, volume sampah yang masuk ke TPA tersebut cukup tinggi setiap harinya. “Rata-rata per hari sampah yang masuk ke TPA Bangkonol mencapai 150 ton,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











