PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Posko pengaduan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 Pandeglang mengklaim belum menerima satu pun laporan dari masyarakat. Karena hingga sekarang, program SPMB berjalan dengan baik dan lancar.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Pandeglang Nono Suparno mengatakan, pihaknya telah membuka posko pengaduan secara daring dan luring untuk mempermudah akses masyarakat dalam menyampaikan keluhan. Namun hingga saat ini, belum ada aduan yang masuk, baik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Sampai sekarang belum ada informasi atau laporan dari orangtua terkait kesulitan mendaftarkan anaknya ke sekolah. Kami siapkan dua opsi pendaftaran, online dan offline agar memudahkan masyarakat,” kata Nono Suparno saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 26 Juni 2025.
Meski belum ada laporan, Dindikpora memastikan akan sigap menindaklanjuti setiap aduan yang masuk sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kalau ada laporan, tentu akan kami cek dan tindaklanjuti. Kita lihat dulu masalahnya apa, baru direspons sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Nono juga menyampaikan, terus memantau proses SPMB di seluruh satuan pendidikan baik tingkat SD dan SMP. Ia mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan sisa waktu pendaftaran untuk memilih sekolah yang diinginkan.
“Semua sekolah sudah disosialisasikan mengenai kuota penerimaan. Ada yang kuotanya 30, ada juga yang 60 bervariasi. Itu sudah disepakati dan diajukan ke pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia mengingatkan agar pihak sekolah mematuhi kuota yang telah ditentukan. Bila ada siswa diterima di luar kuota resmi, maka statusnya tidak akan diakui secara administratif.
“Kalau kuotanya dilanggar, siswa yang diterima melebihi batas itu tidak akan diakui sebagai murid di sekolah tersebut,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











