PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang mencatat adanya penurunan jumlah Penerima Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) pada tahun 2025 ini.
Penurunan ini disebut sebagai dampak efisiensi anggaran dari APBD maupun dari program bantuan pusat seperti Kementerian Sosial (Kemensos).
“Tahun 2024 kemarin ada 150 yang buat PPKS. Tahun 2025 ini kemungkinan tidak sebanyak itu, mungkin di bawahnya. Untuk alat bantu juga menurun, dari 65 menjadi 35,” ungkap Kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, Jumat 27 Juni 2025.
Ia menegaskan, turunnya jumlah penerima bantuan merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, baik di level daerah maupun pusat.
“Penurunan ini memang efek dari efisiensi anggaran,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk program dari Kemensos seperti bantuan sembako, Dinsos juga mencatat adanya penurunan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Tahun ini sekitar 125 KPM, tahun lalu bisa lebih dari 160 atau bahkan 180-an. Jadi dari pusat juga ada penurunan,” jelasnya.
Proses penentuan penerima bansos, lanjut dia, dilakukan melalui berbagai tahapan. Usulan berasal dari masyarakat, desa, hingga para pendamping seperti
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pendamping desa. Namun tidak semua usulan langsung diterima.
“Usulan kami filter dan assessment dulu. Mana yang masuk kategori lansia, anak, disabilitas, dan terutama kemiskinan ekstrem, itu yang diprioritaskan,” paparnya.
Lanjut Wawan, pihaknya mengakui sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait minimnya anggaran operasional untuk kegiatan monitoring.
“Kita butuh biaya transportasi untuk keliling ke rumah warga bersama pendamping. Dengan efisiensi anggaran sekarang, itu jadi tantangan,” ungkapnya.
Selain itu, banyak data usulan dari masyarakat yang tidak sesuai dengan kriteria bantuan.
“Ada yang diusulkan tapi setelah dicek ternyata masih tergolong mampu, jadi datanya tidak sinkron. Ini menimbulkan harapan palsu bagi masyarakat,” jelasnya.
Untuk menyiasati keterbatasan, Dinsos bekerja sama dengan jejaring sosial di lapangan seperti pendamping PKH dan PKSK untuk membantu proses verifikasi dan validasi data.
“Kami terus berupaya menyinkronkan data agar penyaluran bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia berharap, program bantuan sosial tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Pandeglang.
“Walaupun tidak bisa memenuhi semua kebutuhan, semoga bisa meringankan beban masyarakat, terutama di masa sulit seperti sekarang,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi










