PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan ibu rumah tangga (IRT) di Desa Cimanis, Kecamatan Sobang, dan Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, kini memiliki pekerjaan tetap sebagai perajin gaplek.
Produksi olahan singkong kering ini merupakan inisiatif dari CV Gari Setiawan Makmur Panimbang, sebuah perusahaan penggemukan sapi yang berlokasi di perbatasan kedua desa tersebut.
CV Gari Setiawan Makmur Panimbang secara aktif menampung gaplek yang dihasilkan oleh warga, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak, dari kedua desa. Gaplek, yang merupakan singkong yang telah dikupas, diiris tipis, dan dikeringkan, dibeli oleh perusahaan untuk diolah menjadi pakan sapi bernutrisi tinggi.
Deni, salah seorang warga Sobang, mengungkapkan kegembiraannya. “Yaitu menjadi perajin atau pembuat gaplek. Termasuk istri saya juga saat ini kerja buat gaplek,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon selularnya, Senin, 30 Juni 2025.
Ia menjelaskan, sebelumnya sang istri memiliki usaha kreditan baju, namun kalah bersaing dengan belanja daring. “Ya syukur alhamdulillah di saat ekonomi tengah sulit, cari kerjaan susah ada perusahaan peternakan sapi. Yang menyalurkan program CSR berupa pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Program pemberdayaan masyarakat ini diwujudkan oleh CV Gari Setiawan Makmur dengan memberikan bantuan permodalan kepada warga untuk membeli singkong, serta bantuan mesin pemotong singkong
“Terus gaplek hasil produksi perajin di beli oleh pihak perusahaan. Jadi perusahanan memberikan modal, bantuan mesin dan menampung gaplek hasil olahan para perajin,” jelas Deni.
Saat ini, jumlah perajin gaplek dari kedua desa telah mencapai ratusan orang, dengan sentra produksi yang tersebar di delapan lokasi di Desa Mekarsari dan Sobang.
“Kini para ibu-ibu yang sebelumnya nganggur terus kerja serabutan kini memiliki pekerjaan tetapnya buat gaplek. Hasilnya cukup lumayan buat tambahan ekonomi sekolah dan utamanya punya uang buat jajan anak sekolah,” tutur Deni.
Peningkatan kapasitas kandang sapi CV Gari Setiawan Makmur, dari ratusan menjadi ribuan ekor, turut membawa berkah bagi warga setempat
“Jadi pas jumlah kapasitas kandang sapi bertambah dari sebelumnya ratusan sekarang menjadi ribuan ekor inilah mendatangkan keberkahan bagi warga. Kini para ibu rumah tangga tidak lagi kesulitan mencari pekerjaan termasuk istrinya yang setiap harinya beraktivitas buat gaplek,” imbuhnya.
Ketua RW 08 Desa Cimanis, Tatang, juga mengamini dampak positif program ini. “Semenjak ada perusahaan peternakan sapi banyak para ibu rumah tangga bekerja mengolah singkong menjadi gaplek. Karena penghasilannya lumayan buat tambahan ekonomi keluarga,” katanya.
Gaplek hasil olahan para ibu rumah tangga ditampung oleh perusahaan dengan harga yang cukup menguntungkan, yakni Rp4.000 per kilogram. “Jadi ini bagian dari CSR perusahaan dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegas Tatang.
Ia menambahkan, bentuk pemberdayaan ini mencakup bantuan permodalan untuk pembelian singkong dari petani, serta penyediaan mesin pemotong atau pencacah singkong.
“Terus singkong sudah jadi gaplek ditampung atau dibeli untuk dijadikan pakan sapi. Karena memang kandang ini untuk penggemukan sapi,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











