SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten Serang tengah berupaya untuk mengejar empat program prioritas yang belum dapat terealisasi di bulan pertama Bupati dan Wakil Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Muhammad Najib Hamas.
Empat program prioritas tersebut ialah penataan ASN, pemberian insentif guru madrasah guru ngaji, Masjid Terapung Banten serta pemberian beasiswa bagi anak-anak berprestasi dan kurang mampu.
Kepala Bidang Bidang Perencanaan Pengendalian Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) pada Baperida Kabupaten Serang, Agus Firdaus mengatakan, telah melaksanakan rapat evaluasi tahap pertama atas pelaksanaan program prioritas di 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Serang.
Dari hasil evaluasi tersebut, pihaknya mendapati enam program prioritas Zakiyah Najib yang sudah terealisasi di bulan Juni serta empat lainnya baru akan direalisasikan di bulan Juli.
“Yang sudah berproses soal pemberantasan Pungli, bupati telah menerbitkan Instruksi Bupati dan membentuk Satgas Saber pungli, kemudian soal persampahan, ada 8 kecamatan yang melaksanakan kegiatan grebek sampah. Kemudian sudah dilaksanakan juga kegiatan-kegiatan terkait dengan pengelolaan sampah dimulai dari desa. Lalu ada juga program lainnya,” katanya, Selasa 8 Juli 2025.
Ia mengatakan, untuk empat program yang baru akan dijalankan pada bulan Juli meliputi penataan ASN, pemberian insentif guru madrasah guru ngaji, Masjid Terapung Banten serta pemberian beasiswa bagi anak-anak berprestasi dan kurang mampu.
Ia mengaku, tidak ada kendala yang berarti sehingga mengakibatkan empat program tersebut belum dapat direalisasikan di Bulan Juni. Belum terlaksananya program tersebut hanya karena persoalan administrasi yang memang belum rampung.
“Tinggal proses pelaksanaan saja karena memang ada administrasi, kemudian ada kebijakan-kebijakan yang harus dipersiapkan di bulan Juni kemarin sehingga pelaksanaannya baru akan bisa dilaksanakan di bulan Juli ini gitu. Di luar itu tidak ada hal-hal yang menyulitkan untuk terlaksananya program 100 hari kerja ini gitu,” tegasnya.
Ia mengaku, untuk realisasi dari enam program yang sudah dijalankan dinilai sudah sangat maksimal, rata-rat di angka 100 persen. Meskipun demikian, pihaknya memastikan jika program tersebut tidak akan berakhir di 100 hari kerja, melainkan akan terus dilanjutkan.
“Target kami di awal Agustus itu semuanya sudah selesai. Jadi memang program 100 hari kerja ini kita ukur terlaksana dalam 100 hari tapi tidak selesai juga dalam 100 hari karena memang berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











