Home Berita Utama

Orangtua Diminta Bayar Baju Seragam, Dindikbud Tangsel Panggil Kepala Sekolah

Syaiful Adha by Syaiful Adha
Kamis, 17 Juli 2025 18:26
in Berita Utama, Pendidikan
0
Orangtua Diminta Bayar Baju Seragam, Dindikbud Tangsel Panggil Kepala Sekolah
0
SHARES
92
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Dua anak di Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel, terancam tidak bisa melanjutkan sekolah lantaran orang tuanya tidak sanggup membayar biaya seragam yang disebut-sebut mencapai Rp1,1 juta per anak.

Kasus ini terjadi di SD Negeri Ciledug Barat, Kecamatan Pamulang, dan menuai perhatian publik usai unggahan sang ibu viral di media sosial.

Nur Febri Susanti (38), orang tua dari dua anak tersebut, mengaku dirinya sudah mendaftarkan anak-anaknya yang kini duduk di kelas 2 dan 5 setelah pindah dari sekolah lama mereka di Rempoa, Jakarta Selatan.

Kedua anaknya dinyatakan diterima berdasarkan Surat Keterangan dari pihak sekolah tertanggal 11 Juli 2025.

Namun, Nur mengungkapkan bahwa ia kemudian diminta membayar biaya sebesar Rp1,1 juta per anak, yang dikatakan pihak sekolah sebagai ongkos untuk seragam batik, olahraga, baju muslim, serta buku paket. Artinya, ia harus membayar total Rp2,2 juta untuk kedua anaknya.

“Kepala sekolahnya bilang biayanya Rp1,1 juta per anak. Katanya itu untuk baju batik, olahraga, baju muslim, dan buku paket,” ujar Nur saat ditemui di kediamannya, Rabu 16 Juli 2025.

Karena keterbatasan ekonomi, suaminya hanya bekerja sebagai juru parkir, Nur sempat meminta keringanan untuk membayar secara mencicil. Namun, menurut pengakuannya, permintaan itu tidak diterima dengan baik.

“Saya tanya bisa dicicil atau enggak, katanya ‘kalau bisa mah jangan dicicil bu’,” ucapnya.

Lebih dari itu, ia juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah tidak memperbolehkan siswa baru mengenakan seragam bekas dari sekolah tersebut. Yang mengejutkan, pembayaran diminta langsung ditransfer ke rekening pribadi Kepala Sekolah.

“Kepala sekolahnya bilang murid baru tidak boleh pakai seragam lama. Dan transfernya ke rekening pribadi beliau,” katanya.

Setelah unggahannya di media sosial ramai diperbincangkan, Nur mengaku sempat didatangi oleh Kepala Sekolah yang menanggapinya dengan nada tinggi.

“Tadi saya ke sekolah, Kepala Sekolahnya nadanya tinggi, katanya sebenarnya bisa dibicarakan baik-baik,” jelasnya.

Menanggapi persoalan ini, Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Didin Sihabudin, menegaskan bahwa sekolah negeri tidak diperbolehkan melakukan pungutan dalam bentuk apapun, apalagi memungut uang ke rekening pribadi.

“Prinsipnya, tidak dibolehkan ada pungutan seperti itu, apalagi ke rekening pribadi. Kami sudah mengeluarkan surat edaran yang melarang iuran semacam itu,” kata Didin, dikonfirmasi Kamis 17 Juli 2025.

Ia menambahkan, pihaknya telah membuat surat pemanggilan terhadap kepala sekolah bersangkutan untuk dimintai klarifikasi dan akan melakukan pembinaan.

“Dinas sudah mengirim surat pemanggilan dan akan melakukan pemeriksaan. Kami pastikan, insya Allah, tidak ada pungutan bagi anak-anak pindahan,” pungkas Didin.

Reporter: Syaiful Adha

Editor: Agung S Pambudi

Tags: Biaya SeragamDindikbud Tangselkasus pendidikankepala sekolahKota Tangerang SelatanPamulangPindahan SekolahPungutan LiarSDN Ciledug BaratSekolah Negeri Tangsel
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Kasus Pembunuhan Penjaga BRILink, Keluarga Korban Minta Pelaku Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Next Post

Instagram SDN Ciledug Barat Tangsel Digembok, Usai Ramai Kasus Biaya Seragam

Next Post
Instagram SDN Ciledug Barat Tangsel Digembok, Usai Ramai Kasus Biaya Seragam

Instagram SDN Ciledug Barat Tangsel Digembok, Usai Ramai Kasus Biaya Seragam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Warga Sukadiri Tangerang Mengaku Jadi Korban TPPO di Libya, Minta Dipulangkan

Warga Sukadiri Tangerang Mengaku Jadi Korban TPPO di Libya, Minta Dipulangkan

by Mulyadi
Selasa, 11 Agustus 2026 09:29
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Sumiyati (46), warga Kampung Kebon Cau, Desa Kosambi, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, mengaku menjadi korban tindak...

Aniaya Transpuan di Rangkasbitung, Polisi Amankan Satu Orang dan Buru Empat Pelaku Lain

Aniaya Transpuan di Rangkasbitung, Polisi Amankan Satu Orang dan Buru Empat Pelaku Lain

by Fahmi
Selasa, 11 Agustus 2026 09:09
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polisi mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang transpuan di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Empat...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.