LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak mencatat empat destinas dengan kunjungan terbanyak selama Januari hingga Juni 2025. Dari banyak destinasi wisata, pantai masih jadi yang favorit yang ada di wilayah Lebak Selatan.
Berdasarkan data Disbudpar Lebak berikut data kunjungan wisatawan terbanyak di empat destinasi wisata, Sawarna 87.346 pengunjung, Baduy 75.427 pengunjung, Goa Langir 22.500 pengunjung dan Ziarah Wong Sagati 31.943 pengunjung.
Kepala Bidang Destinasi pada Disbudpar Lebak, Usep Suparno, menyebutkan bahwa keempat destinasi tersebut menjadi andalan utama daerah dalam mendulang PAD dari sektor pariwisata.
“Kalau dilihat dari angka kunjungan dan kontribusinya terhadap PAD, empat wisata ini benar-benar jadi andalan kami. Mereka punya keunikan masing-masing yang tidak dimiliki daerah lain. Kalo secara PAD capaian pada pertengahan tahun ini baru mencapa 53 persen untuk PAD,” tutur Usep kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 18 Juli 2025.
Menurut Usep, Pantai Sawarna unggul dari sisi alam dan keindahan pantai, Baduy unggul dari budaya dan otentisitas tradisi, Wong Sagati dari sisi religiusitas dan spiritual, sedangkan Goa Langir menyuguhkan wisata petualangan yang menantang. “Untuk tahun ini, dari segi kunjungan, itulah empat wisata yang paling besar. Namun untuk keseluruhan PAD belum ada jumlahnya. Segmentasi pasar dari empat wisata ini sangat luas dan beragam, itulah sebabnya daya tariknya terus meningkat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Disbudpar terus mendorong penguatan promosi melalui media sosial dan kerja sama dengan platform digital pariwisata. “Kami sadar bahwa promosi digital saat ini sangat efektif untuk menjangkau wisatawan milenial dan luar daerah. Itulah yang sedang kami maksimalkan,” jelas Usep.
Usep menambahkan, selain promosi faktor penting yang menjadi perhatian ialah pengelolaan fasilitas dan infrastruktur. bahwa keberlanjutan wisata sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur seperti jalan, sanitasi, akomodasi, hingga konektivitas internet.
“Masyarakat lokal di sekitar destinasi wisata juga merasakan dampak positif dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Pelaku UMKM, pengelola homestay, hingga pemandu wisata mengalami peningkatan pendapatan. ini menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang sangat kami harapkan,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











