KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, mengapresiasi semangat kolektif dan gerakan koperasi di Kota Tangsel dalam membangun ekonomi berbasis gotong royong.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Koperasi ke-78 Tingkat Kota Tangerang Selatan, Kamis, 24 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Budi Arie menyoroti tantangan besar yang dihadapi koperasi di wilayah urban seperti Tangsel, di mana masyarakat cenderung individualistis dan hubungan sosial antartetangga melemah.
Namun, menurutnya, koperasi kelurahan justru bisa menjadi ruang untuk memulihkan rasa kebersamaan di tengah kota.
“Kita tahu, suasana di kota seperti Tangsel berbeda dengan desa. Tapi justru di sinilah pentingnya koperasi kelurahan sebagai wadah kebersamaan, saling mengenal, dan saling bantu. Koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, tapi juga sosial,” ujar Budi Arie.
Ia menegaskan bahwa koperasi adalah lembaga ekonomi yang memiliki watak sosial, tumbuh dari nilai-nilai gotong royong. Dalam konteks ini, koperasi berfungsi tidak hanya menciptakan kesejahteraan, tetapi juga memperkuat kohesi sosial masyarakat kota.
Budi Arie menyampaikan bahwa program prioritas pemerintah saat ini mencakup tiga hal utama: Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih. Dari ketiganya, koperasi dinilai sebagai program yang dampaknya paling cepat dirasakan masyarakat.
“Koperasi ini seperti cabai langsung terasa pedasnya. Begitu beroperasi, dampaknya cepat dirasakan. Harga kebutuhan pokok bisa ditekan, daya beli naik, dan ibu-ibu jadi lebih hemat belanja,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Budi Arie juga menggagas program Oke Gas, yakni penyaluran LPG melon melalui koperasi, serta distribusi semen rumah tangga bagi warga kota melalui jaringan koperasi. Program ini diharapkan memperkuat peran koperasi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan jaringan antar koperasi, baik di tingkat kelurahan, kota, hingga nasional. Menurutnya, koperasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
“Kata Presiden, lidi-lidi kalau sendiri gampang patah. Tapi kalau disatukan jadi sapu, dia kuat. Begitu juga koperasi. Harus terkonsolidasi, terhubung, dan membangun kekuatan bersama,” jelasnya.
Peringatan Hari Koperasi ke-78 di Tangsel ini tidak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan koperasi perkotaan berbasis digital, sosial, dan gotong royong. Kota Tangerang Selatan dinilai siap menjadi contoh nasional bagi pengembangan koperasi di wilayah urban Indonesia.
Editor: Abdul Rozak











