SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat terdapat tujuh potensi bencana yang bakal terjadi di wilayah ibu kota Provinsi Banten.
Tujuh jenis potensi bencana telah diidentifikasi berdasarkan para ahli itu seperti banjir, kekeringan, angin puting beliung, gempa bumi, longsor, kebakaran, serta dampak dari letusan gunung berapi seperti Gunung Krakatau.
Meskipun beberapa di antaranya tidak terjadi secara langsung di wilayah ini, Kota Serang dinilai tetap berpotensi terdampak akibat letak geografisnya yang strategis.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menjelaskan, Kota Serang memiliki potensi mengalami bencana seperti banjir, kekeringan, angin puting beliung (cuaca ekstrem), gempa bumi, longsor, kebakaran, hingga terdampak letusan gunung berapi.
“Misalnya, kalau Gunung Krakatau meletus, amit-amit ya, meskipun pusat letusannya jauh, Kota Serang bisa terkena dampaknya, terutama melalui tsunami atau sebaran abu vulkanik,” kata Diat kepada Radar Banten, Rabu, 23 Juli 2025.
Secara umum, Diat menyebutkan, tahun ini banjir paling sering terjadi di Kecamatan Serang dan Kasemen.
Sementara angin kencang atau puting beliung tercatat di Kecamatan Cipocok Jaya, Curug, dan Taktakan. Potensi longsor sendiri hanya teridentifikasi di dua kecamatan, yakni Curug dan Taktakan.
“Untuk longsor, memang hanya ada di dua wilayah itu. Kejadian terakhir juga terjadi di Taktakan, awal tahun ini,” jelasnya.
Editor: Abdul Rozak











